Berita Indo, Pekalongan -Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan kembali memperkuat komitmennya dalam pembinaan warga binaan melalui jalur pendidikan. Bekerja sama dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan, rutan tersebut resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Program Pendidikan Kesetaraan Paket A bagi warga binaan, Jumat (24/7).
Pembukaan program berlangsung di lingkungan Rutan Kelas IIA Pekalongan dan dihadiri Kepala Rutan Nanang Adi Susanto, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan M. Anang Saefulloh, Ketua SKB Kota Pekalongan Lisa Anggraeni, S.Pd., beserta lima tenaga pengajar yang akan mendampingi proses belajar mengajar.
Sebanyak 23 warga binaan yang berstatus narapidana menjadi peserta angkatan pertama. Mereka merupakan warga binaan yang belum pernah mengenyam pendidikan formal atau belum menyelesaikan jenjang Sekolah Dasar (SD). Selama tiga tahun ke depan, para peserta akan mengikuti pembelajaran sesuai kurikulum Pendidikan Kesetaraan Paket A hingga memperoleh ijazah yang diakui negara.
Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menegaskan bahwa pemenuhan hak atas pendidikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan di dalam rutan. Menurutnya, pendidikan menjadi bekal penting agar warga binaan memiliki pengetahuan, keterampilan, serta peluang yang lebih baik saat kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Kami berkomitmen memberikan hak pendidikan kepada setiap warga binaan. Semoga program ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga peserta dapat menyelesaikan pendidikan dasar dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Nanang.
Program Pendidikan Kesetaraan Paket A ini merupakan implementasi dari Nota Kesepakatan antara Rutan Kelas IIA Pekalongan dan Pemerintah Kota Pekalongan terkait sinergi pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Selain itu, program tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pembinaan narapidana melalui perluasan akses pendidikan.
Ketua SKB Kota Pekalongan, Lisa Anggraeni, S.Pd., mengajak seluruh peserta mengikuti proses belajar dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan tetap terbuka bagi siapa pun, tanpa memandang usia maupun kondisi.
“Pendidikan tidak mengenal batas usia maupun keadaan. Kami akan mendampingi seluruh peserta selama proses pembelajaran hingga selesai, sehingga nantinya mereka dapat memperoleh ijazah Paket A yang diakui negara sebagai bekal untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik,” kata Lisa.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan belajar mengajar dijadwalkan setiap hari Jumat pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Untuk mendukung kelancaran pembelajaran, Rutan Kelas IIA Pekalongan telah menyiapkan ruang kelas, perlengkapan alat tulis, serta berbagai sarana belajar lainnya.
Melalui kolaborasi tersebut, Rutan Kelas IIA Pekalongan berharap semakin banyak warga binaan yang memperoleh kesempatan menuntaskan pendidikan dasar. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di dalam rutan, tetapi juga menjadi bekal berharga bagi mereka untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.














