Tebar Semangat Hijrah di Rutan Pekalongan, Habib Abdul Qodir Inspirasi Warga Binaan Menjadi Pribadi Lebih Baik

banner 468x60

Beritaindo, Pekalongan -Suasana Masjid Baabut Taubah Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan dipenuhi kekhusyukan saat ratusan warga binaan bersama seluruh pegawai mengikuti kajian keagamaan bertema “Hijrah dari Kelamnya Masa Lalu Menuju Kesuksesan Masa Depan”, Sabtu (11/7). Kegiatan yang menghadirkan Habib Abdul Qodir Al-Habsyi dari Solo itu menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin digelar untuk memperkuat keimanan sekaligus membangun optimisme warga binaan dalam menyongsong kehidupan setelah bebas.

Dalam tausiahnya, Habib Abdul Qodir Al-Habsyi menegaskan bahwa makna hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi lebih kepada perubahan sikap dan perilaku dengan meninggalkan segala larangan Allah SWT serta konsisten menjalankan perintah-Nya. Menurutnya, setiap ujian yang datang dalam kehidupan sejatinya merupakan sarana untuk melakukan introspeksi diri, bukan menjadi alasan untuk berputus asa.

banner 336x3000

Ia juga mengingatkan bahwa setiap persoalan hidup selalu menyimpan hikmah yang dapat menjadi bekal untuk bangkit menjadi pribadi yang lebih baik. Kepada para warga binaan, Habib Abdul Qodir berpesan agar masa menjalani pidana tidak dianggap sebagai akhir perjalanan hidup. Sebaliknya, masa pembinaan harus dimanfaatkan sebagai momentum memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas ibadah, dan mempersiapkan diri agar dapat kembali diterima di tengah masyarakat dengan pribadi yang lebih bertanggung jawab.

Pelaksana Harian Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, M. Anang Saefulloh, mengatakan kajian tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat perubahan bagi seluruh warga binaan. Menurutnya, nilai-nilai keagamaan yang disampaikan menjadi bekal penting dalam proses pembinaan sehingga mereka memiliki motivasi untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Nilai-nilai yang disampaikan diharapkan menjadi bekal selama menjalani pembinaan hingga kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Semangat itu juga dirasakan oleh salah seorang warga binaan yang mengikuti kajian. Ia mengaku memperoleh dorongan baru untuk memandang masa pidana sebagai kesempatan memperbaiki diri, bukan akhir dari segalanya.

“Kami semakin yakin bahwa masa pidana bukan akhir dari segalanya, tetapi kesempatan untuk memperbaiki diri agar kelak dapat kembali ke keluarga dan masyarakat dengan kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.

Melalui pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkesinambungan, Rutan Kelas IIA Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk warga binaan yang memiliki akhlak mulia, kesadaran spiritual yang kuat, serta kesiapan untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif dan bertanggung jawab setelah kembali ke tengah masyarakat.

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *