Beritaindo, Pekalongan -Kepedulian terhadap masyarakat diwujudkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan melalui program bedah rumah bagi Aris (45), seorang pemulung yang tinggal di Klego Gang 4, Kecamatan Pekalongan Utara.
Selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis (13–16/7), petugas pemasyarakatan bersama tujuh warga binaan bergotong royong memperbaiki rumah Aris yang sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan. Program ini merupakan implementasi salah satu dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang berfokus pada peningkatan kepedulian sosial kepada masyarakat.
Rumah sederhana milik Aris sebelumnya dinilai tidak lagi layak huni. Dinding dan rangka atap yang terbuat dari kayu telah lapuk dimakan usia, sementara lantai rumah kerap terendam air saat banjir datang. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari penghuni menjadi tidak nyaman sekaligus berisiko terhadap keselamatan.
Melalui aksi gotong royong, berbagai perbaikan dilakukan mulai dari pembangunan dinding baru, plesterisasi, peninggian lantai agar tidak mudah tergenang banjir, penggantian atap, pengecatan, hingga penataan lingkungan sekitar rumah. Seluruh proses renovasi dikerjakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dengan pengawasan ketat petugas pemasyarakatan.
Program tersebut didukung pendanaan dari Corporate Social Responsibility (CSR) Koperasi Pegawai Rutan Kelas IIA Pekalongan serta iuran bersama jajaran Lapas Kelas IIA Pekalongan.
Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, bersama Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan turut meninjau langsung jalannya renovasi. Menurut Nanang, kegiatan ini bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan warga binaan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan hadir memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Di sisi lain, warga binaan memperoleh kesempatan untuk menerapkan keterampilan yang dimiliki, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mempersiapkan diri agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat,” ujar Nanang, Kamis (16/7).
Selain membantu masyarakat kurang mampu memperoleh tempat tinggal yang lebih layak, program ini juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk mengasah kemampuan pertukangan yang selama ini diperoleh melalui pembinaan di dalam lapas dan rutan.
Salah seorang warga binaan berinisial W mengaku bangga dapat berkontribusi dalam kegiatan sosial tersebut. Baginya, kesempatan ikut membangun rumah warga menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
“Saya bersyukur diberi kesempatan ikut membantu memperbaiki rumah warga yang membutuhkan. Kegiatan ini membuat saya dapat memanfaatkan keterampilan yang saya miliki sekaligus belajar bekerja untuk kepentingan masyarakat. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus memperbaiki diri,” ungkapnya.
Melalui program bedah rumah ini, sinergi antara Rutan Kelas IIA Pekalongan dan Lapas Kelas IIA Pekalongan tidak hanya menghadirkan hunian yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat proses pembinaan warga binaan agar memiliki keterampilan, kepedulian sosial, dan kesiapan untuk kembali berperan positif ditengah masyarakat.














