Beritaindo, Pekalongan -Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, mendampingi tim Japan International Cooperation Agency (JICA) melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah kawasan pesisir di Jawa Tengah dalam rangka penyusunan rencana proyek Integrated Coastal Protection in Selected Area. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan persiapan pinjaman baru dari Pemerintah Jepang melalui JICA yang ditujukan untuk memperkuat infrastruktur perlindungan pesisir di Indonesia.
Selama dua hari, 26–27 Juni 2026, tim JICA bersama BBWS Pemali Juana meninjau langsung sejumlah lokasi yang selama ini menghadapi berbagai persoalan pesisir, mulai dari abrasi, banjir rob, hingga perubahan garis pantai. Peninjauan dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan yang tepat guna mendukung pengembangan sistem perlindungan pesisir yang lebih terpadu.
Pada Jumat (26/6), kunjungan dipusatkan di Kota Pekalongan. Rombongan mengawali peninjauan di Area 3-1 Krematorium Pekalongan, kemudian berlanjut ke Area 3-2 Pantai Pasir Kencana, serta Area 3-3 kawasan Kota Pekalongan. Di setiap lokasi, tim mengevaluasi kondisi eksisting wilayah pesisir, menilai kinerja infrastruktur pengendali yang telah tersedia, serta menginventarisasi kebutuhan penanganan lanjutan untuk meningkatkan ketahanan kawasan terhadap ancaman abrasi dan rob.
Keesokan harinya, Sabtu (27/6), agenda berlanjut ke Kabupaten Rembang dengan mengunjungi Dermaga Karang Anyar dan Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sarang. Kedua kawasan tersebut dipilih karena memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas perikanan dan perekonomian masyarakat pesisir. Kondisi dermaga dan lingkungan sekitarnya menjadi perhatian dalam kajian mengingat tingginya risiko kerusakan akibat gelombang laut, abrasi, maupun banjir rob yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Melalui pendampingan ini, BBWS Pemali Juana menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran proses persiapan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan JICA. Data dan temuan dari hasil kunjungan lapangan akan menjadi salah satu dasar penyusunan rencana proyek Integrated Coastal Protection in Selected Area.
Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan solusi perlindungan pesisir yang lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan kawasan pantai dari dampak perubahan iklim serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir.














