Beritaindo, Pekalongan— Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kali ini, Rutan Pekalongan merintis program penggemukan ayam kampung sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan bekal keterampilan peternakan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Langkah awal program tersebut ditandai dengan pembangunan kandang pembesaran ayam kampung berukuran 6 x 2,5 meter di area brandgang rutan pada Sabtu (13/6). Kandang dibangun selama dua hari oleh dua orang WBP dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan rutan.
Pembangunan kandang menggunakan rangka kayu dan kawat ram ini menjadi fondasi awal pengembangan budidaya ayam kampung di Rutan Pekalongan. Seluruh proses pengerjaan dilakukan di bawah pengawasan Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan, Suharto Laksono, bersama jajaran staf.
Pada tahap perdana, kandang tersebut direncanakan menampung 50 ekor ayam kampung yang akan dibudidayakan melalui program penggemukan. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kapasitas lahan yang tersedia sekaligus menjadi tahap uji coba untuk mengukur efektivitas program sebelum dikembangkan dalam skala yang lebih besar.
Karutan Pekalongan melalui Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan, Suharto Laksono, menjelaskan bahwa program penggemukan ayam kampung merupakan inovasi baru dalam pembinaan kemandirian warga binaan. Program ini juga sejalan dengan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung penguatan ketahanan pangan.
“Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan di bidang peternakan. Melalui keterlibatan langsung dalam pembangunan kandang dan pemeliharaan ternak, warga binaan diharapkan memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Suharto.
Keterlibatan aktif warga binaan sejak tahap pembangunan kandang menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman teknis dalam membuat sarana peternakan, tetapi juga akan dibekali pengetahuan mengenai perawatan, pemberian pakan, hingga pengelolaan usaha peternakan secara sederhana.
Salah seorang WBP yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengaku antusias mengikuti program baru itu. Menurutnya, kesempatan untuk belajar membangun kandang dan mengenal dunia peternakan memberikan pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Ini menjadi pengalaman baru bagi saya. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga membuat kami lebih produktif selama menjalani pembinaan,” ungkapnya.
Perintisan program penggemukan ayam kampung ini menjadi salah satu langkah strategis Rutan Pekalongan dalam menghadirkan kegiatan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi. Ke depan, program tersebut diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga mampu menumbuhkan sikap mandiri, rasa tanggung jawab, serta jiwa kewirausahaan warga binaan.
Dengan keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan, para warga binaan diharapkan memiliki peluang yang lebih besar untuk beradaptasi dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat setelah bebas nanti. Program ini sekaligus menegaskan komitmen Rutan Pekalongan dalam menjadikan pembinaan sebagai sarana pemberdayaan dan pembentukan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pidana.










