Ribuan Jemaah Padati Haul Bawang, Tradisi Mengenang Perjuangan Ulama Tetap Terjaga

banner 468x60

Beritaindo,Batang– Ribuan jemaah memadati kawasan Masjid Besar Baitul Muttaqin Bawang, Kabupaten Batang, Minggu (5/7/2026), untuk mengikuti Haul Bawang. Jemaah yang datang dari berbagai daerah itu memadati jalan-jalan menuju kompleks makam As Syahid Al Habib Idrus bin Husein Shahab dan para masyayikh Bawang sejak pagi hari.

Tak hanya berasal dari Kecamatan Bawang maupun wilayah Kabupaten Batang, rombongan jemaah juga berdatangan dari Pekalongan dan sejumlah daerah lainnya. Mereka mengikuti rangkaian doa bersama yang telah menjadi tradisi tahunan masyarakat sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama sekaligus mempererat tali silaturahmi.

banner 336x3000

Pengasuh Pondok Pesantren Al Khafifiyah Bawang, Nafiul Athfal atau Gus Nafi, mengatakan Haul Bawang merupakan kelanjutan dari rangkaian Haul Wonobodro. Para tamu dari Pekalongan terlebih dahulu berkumpul di pondok pesantren sebelum berjalan bersama menuju kompleks makam.

“Setelah Haul Wonobodro dilanjutkan Haul Bawang. Tamu yang hadir berasal dari berbagai daerah,” kata Gus Nafi.

Rangkaian haul diawali di kompleks makam dengan pembacaan Dalailul Khairat, Surat Yasin, tahlil, doa bersama, serta pembacaan sejarah perjuangan As Syahid Al Habib Idrus bin Husein Shahab dan para masyayikh Bawang. Usai prosesi di makam, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Maulid di Masjid Besar Baitul Muttaqin hingga menjelang Salat Zuhur.

Panitia memperkirakan jumlah peserta yang hadir mencapai sekitar 1.000 hingga 1.500 orang. Antusiasme jemaah tersebut didukung semangat gotong royong warga yang sejak beberapa hari sebelumnya telah menyiapkan konsumsi serta berbagai kebutuhan acara.

Menurut Gus Nafi, kekompakan masyarakat menjadi kunci keberlangsungan Haul Bawang yang terus dilaksanakan setiap tahun.

“Haul ini bukan hanya untuk mengenang perjuangan para ulama, tetapi juga mempererat silaturahmi masyarakat,” ujarnya.

Haul Bawang juga dihadiri Anggota DPR RI Rizal Bawazier. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa tradisi haul memiliki makna penting karena bukan hanya menjadi bentuk penghormatan kepada ulama, tetapi juga mengingatkan masyarakat terhadap sejarah perjuangan dakwah Islam.

“Bagi saya, Haul Bawang tidak sekadar menghormati ulama, tetapi juga mengenang sejarah perjuangan ulama pada masa penjajahan,” kata Rizal.

Rizal tampak berjalan bersama Habib Idrus bin Alwy Al Bahr dari Pekalongan dan sejumlah ulama lainnya menuju kompleks makam sebelum mengikuti doa bersama bersama ribuan jemaah.

Bagi masyarakat Bawang, Haul Bawang bukan sekadar agenda keagamaan tahunan. Tradisi ini telah menjadi bagian dari upaya menjaga warisan dakwah para ulama sekaligus memperkuat ikatan sosial masyarakat lintas daerah. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat berharap nilai-nilai perjuangan dan keteladanan para ulama terus diwariskan kepada generasi muda sehingga tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *