Momen Langka di Pekalongan, Pejabat hingga Aparat Duduk Bersama Mahasiswa Saat Unjuk Rasa

banner 468x60

Beritaindo, Pekalongan -Pemandangan yang tidak biasa mewarnai aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa di Kota Pekalongan, Jumat (19/6). Di tengah jalannya unjuk rasa, Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid bersama Ketua DPRD Kota Pekalongan Azmi Basyir memilih duduk langsung di atas aspal untuk mendengarkan aspirasi para mahasiswa. Sikap sederhana dan penuh keterbukaan tersebut pun menuai apresiasi dari para peserta aksi.

Momen itu bermula ketika para mahasiswa menyampaikan tuntutan mereka di hadapan pemerintah daerah. Alih-alih berdiri di balik barikade atau menerima perwakilan massa di ruang formal, Wali Kota dan Ketua DPRD justru membaur dengan para demonstran. Langkah tersebut sontak diikuti oleh jajaran pejabat Pemerintah Kota Pekalongan yang turut hadir di lokasi.

banner 336x3000

Tak hanya unsur pemerintah daerah, Kapolres Pekalongan Kota, Dandim, serta personel pengamanan yang bertugas juga ikut duduk bersama di atas aspal. Suasana yang semula dipenuhi ketegangan perlahan berubah menjadi lebih cair dan penuh keakraban. Sekat antara pemangku kebijakan dan mahasiswa seakan luluh, digantikan oleh dialog yang berlangsung terbuka dan setara.

Sikap rendah hati para pemimpin daerah itu mendapat respons positif dari massa aksi. Orasi yang sebelumnya berlangsung dengan nada kritis berubah menjadi forum penyampaian aspirasi yang lebih kondusif. Banyak peserta aksi mengaku menghargai kesediaan para pejabat untuk turun langsung dan mendengarkan suara mahasiswa tanpa jarak.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa yang dipimpin Ketua BEM Universitas Pekalongan (Unikal), Syakif, menyampaikan sejumlah tuntutan. Pada tingkat nasional, mereka meminta pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih. Sementara pada level daerah, mahasiswa mendesak Pemerintah Kota Pekalongan untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat, seperti pengelolaan sampah, penanganan banjir rob, serta pembenahan pasar.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wali Kota Afzan Arslan Djunaid dan Ketua DPRD Azmi Basyir menyatakan komitmen mereka untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap berbagai persoalan daerah. Keduanya menegaskan bahwa masukan dari mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan di Kota Pekalongan.

Sementara terkait tuntutan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, keduanya berjanji akan meneruskan aspirasi dan suara mahasiswa kepada pihak yang berwenang. Mereka berharap komunikasi yang terjalin antara pemerintah dan mahasiswa dapat terus terjaga sebagai bentuk sinergi dalam mewujudkan Kota Pekalongan yang lebih baik.

Aksi demonstrasi yang berlangsung damai tersebut akhirnya menjadi contoh bahwa dialog terbuka dan sikap saling menghormati mampu menciptakan ruang komunikasi yang konstruktif. Momen para pejabat dan mahasiswa duduk bersama di atas aspal pun menjadi simbol bahwa aspirasi masyarakat akan lebih mudah tersampaikan ketika pemimpin hadir dan mendengarkan secara langsung.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *