KPK Periksa 14 Saksi di Pekalongan, Mantan Ajudan Fadia Arafiq Bungkam Usai Diperiksa

banner 468x60

Beritaindo,Pekalongan Jateng -Penyidikan kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, terus bergulir. Memasuki hari kedua pemeriksaan saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolres Pekalongan Kota, Kamis (18/6/2026), sejumlah pejabat pemerintah daerah hingga aparatur sipil negara kembali dimintai keterangan untuk mendalami perkara tersebut.

Sejak pagi, suasana di lingkungan Polres Pekalongan Kota terlihat lebih ramai dibanding hari-hari biasa. Aktivitas keluar masuk saksi yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan menandai berlanjutnya rangkaian penyelidikan yang telah dimulai sehari sebelumnya.

banner 336x3000

Salah satu saksi yang hadir adalah mantan ajudan Fadia Arafiq, Mega Purnamasari. Ia tiba sekitar pukul 09.45 WIB dengan mengenakan pakaian batik dan masker, lalu langsung menuju lokasi pemeriksaan. Tak lama kemudian, Zaki Mubarok, ASN yang bertugas di RSUD Kajen, juga terlihat memenuhi panggilan penyidik.

Proses pemeriksaan berlangsung tertutup. Setelah menjalani pemeriksaan selama beberapa jam, Mega meninggalkan kompleks Polres sekitar pukul 12.10 WIB melalui akses belakang gedung. Ia memilih tidak memberikan pernyataan kepada awak media yang telah menunggu sejak pagi dan langsung meninggalkan lokasi.

Memasuki sesi siang, giliran Camat Kedungwuni, Bambang, yang datang memenuhi panggilan KPK sekitar pukul 13.00 WIB. Beberapa saat kemudian, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Agus Purwanto, turut hadir dan langsung menuju ruang pemeriksaan di lantai dua.

Kepala Dinas perhubungan

 

Usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih dua jam, Bambang mengungkapkan bahwa dirinya kembali dimintai keterangan terkait persoalan tenaga outsourcing pada masa dirinya menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP).

“Pertanyaannya tidak terlalu banyak. Masih berkaitan dengan outsourcing ketika saya menjabat sebagai Kasatpol PP,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut Bambang, materi pemeriksaan yang diajukan penyidik tidak jauh berbeda dari pemeriksaan sebelumnya. Ia enggan menguraikan lebih jauh substansi pertanyaan yang didalami tim penyidik KPK.

“Kurang lebih masih sama seperti yang lalu. Untuk hal yang lebih substansial, silakan ditanyakan langsung kepada penyidik,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi membenarkan bahwa KPK masih melaksanakan agenda pemeriksaan saksi di wilayah hukumnya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pemeriksaan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut.

Pada hari kedua, sebanyak 14 orang saksi diperiksa, jumlah yang sama dengan pemeriksaan hari pertama. Adapun pada hari terakhir yang dijadwalkan berlangsung Jumat (19/6/2026), delapan saksi lainnya akan kembali dimintai keterangan.

“Informasinya hari ini ada 14 saksi yang diperiksa. Kemarin juga 14 orang, dan besok direncanakan ada delapan saksi,” kata Riki.

Rangkaian pemeriksaan maraton tersebut menjadi bagian dari upaya KPK untuk memperdalam dugaan tindak pidana korupsi yang tengah ditangani. Penyidik terus mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak serta menelusuri alat bukti guna mengungkap secara menyeluruh konstruksi perkara yang diduga melibatkan sejumlah unsur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *