Harlah PPDI ke-20, Perangkat Desa Pekalongan Kawal Aspirasi hingga Tingkat Nasional

banner 468x60

Beritaindo, Pekalongan-Semangat kebersamaan dan perjuangan perangkat desa mewarnai keberangkatan rombongan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Pekalongan menuju Jakarta, Selasa (16/6/2026) malam. Sebanyak 52 peserta diberangkatkan untuk mengikuti peringatan Hari Lahir (Harlah) PPDI ke-20 serta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PPDI yang digelar di ibu kota.

Rombongan mulai bertolak sekitar pukul 20.00 WIB dari Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Pekalongan. Dengan menggunakan bus, para peserta menempuh perjalanan menuju Jakarta guna bergabung dengan ribuan perangkat desa dari berbagai daerah di Indonesia dalam agenda nasional organisasi tersebut.

banner 336x3000

Ketua PPDI Kabupaten Pekalongan, Purwanto, mengatakan peserta yang diberangkatkan merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pekalongan serta jajaran pengurus harian PPDI tingkat kabupaten.

“Setiap kecamatan mengirimkan dua orang perwakilan. Ditambah pengurus harian kabupaten, total peserta yang berangkat sebanyak 52 orang,” ungkap Purwanto.

Menurutnya, keikutsertaan dalam Harlah dan Rakernas PPDI bukan sekadar menghadiri kegiatan seremonial organisasi. Forum tersebut menjadi momentum penting bagi perangkat desa untuk memperkuat konsolidasi sekaligus menyampaikan berbagai aspirasi yang selama ini berkembang di tingkat akar rumput.

Selama berada di Jakarta, rombongan dijadwalkan mengikuti rangkaian peringatan Harlah PPDI ke-20 pada 17 Juni 2026 dan menghadiri Rakernas yang membahas sejumlah isu strategis terkait keberadaan serta masa depan perangkat desa di Indonesia.

Selain itu, para peserta juga akan mengikuti agenda di Auditorium Kementerian Desa. Dalam forum tersebut, PPDI berencana kembali menyuarakan tuntutan mengenai kejelasan status kepegawaian perangkat desa yang hingga kini masih menjadi perhatian dan harapan besar para perangkat desa di berbagai wilayah.

Purwanto menegaskan, kepastian status kepegawaian dinilai sangat penting karena berkaitan langsung dengan perlindungan hukum, jaminan kerja, serta peningkatan kesejahteraan perangkat desa yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.

“Perangkat desa memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa. Karena itu, sudah semestinya ada kepastian status yang memberikan perlindungan dan rasa aman dalam menjalankan tugas,” katanya.

Melalui momentum dua dekade perjalanan PPDI dan pelaksanaan Rakernas tahun ini, para perangkat desa berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap berbagai aspirasi yang disampaikan. Harapan tersebut bermuara pada lahirnya kebijakan yang mampu memperkuat posisi perangkat desa sekaligus mendukung optimalisasi pembangunan dari tingkat desa hingga nasional.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *