Pemadaman Listrik Ganggu Produksi UMKM di Kabupaten Pekalongan, Pelaku Usaha Keluhkan Kerugian

banner 468x60

Beritaindo, Pekalongan –Pemadaman listrik yang kerap terjadi belakangan ini mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pekalongan. Gangguan tersebut tidak hanya menghambat proses produksi, tetapi juga memicu kerugian hingga menurunkan kepercayaan pelanggan.

Salah satu pelaku UMKM, Arofah, pengusaha catering snack sekaligus pemilik kedai mie ayam hijau sayur dan bakso di kecamatan Doro, mengaku sangat terdampak saat pemadaman terjadi di tengah proses produksi.

banner 336x3000

“Ketika pemadaman terjadi saat proses penggilingan mie, kami sangat terganggu karena harus menggunakan gilingan manual yang membutuhkan waktu lebih lama dan tenaga ekstra,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (24/6/2026).

Ia menambahkan, pemadaman yang berlangsung antara dua hingga empat jam juga menyebabkan keterbatasan air dan penerangan, terutama saat cuaca hujan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kualitas produksi.

“Dampaknya, kualitas produksi kami jadi kurang bagus. Bahkan, biaya produksi bisa bertambah karena harus mengulang produksi. Produk yang kurang bagus akhirnya hanya bisa dijual seadanya,” imbuhnya.

Keluhan serupa disampaikan Vino, produsen tas spunbond di Desa Watugajah, Kecamatan Kesesi. Ia menyebut pemadaman listrik dengan durasi lebih dari tiga hingga lima jam mengganggu proses produksi secara signifikan.

“Akibatnya, produksi terhambat, pengiriman jadi terlambat, dan itu bisa menimbulkan ketidakpercayaan dari pelanggan. Selain itu, kami juga harus menambah biaya lembur karyawan untuk mengejar target produksi,” jelasnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Roufah Ainani, mengimbau para pelaku usaha untuk lebih adaptif dalam menghadapi situasi pemadaman listrik.

Ia menyarankan pelaku UMKM aktif memantau informasi dari PLN terkait jadwal pemadaman agar dapat menyesuaikan waktu produksi.

“Dengan mengetahui jadwal pemadaman, pelaku usaha bisa mengatur proses produksi agar tidak terganggu. Selain itu, penting juga meningkatkan literasi terkait penyimpanan makanan, terutama untuk produk beku saat listrik padam,” ujarnya.

Roufah juga berharap pihak PLN dapat meningkatkan sosialisasi terkait pemadaman listrik kepada masyarakat.

“Kami berharap informasi pemadaman dapat disampaikan lebih luas, minimal tiga hari sebelumnya, sehingga pelaku usaha bisa lebih siap dan meminimalisir kerugian,” tandasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *