<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mahasiswa Arsip - Berita Indo</title>
	<atom:link href="https://www.berita-indo.com/tag/mahasiswa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berita-indo.com/tag/mahasiswa/</link>
	<description>Fakta Terkini,Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Jul 2026 08:57:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/logo-berita-indo-1-90x90.png</url>
	<title>Mahasiswa Arsip - Berita Indo</title>
	<link>https://www.berita-indo.com/tag/mahasiswa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>UKT Tinggi atau Salah Jurusan? Ini Fakta di Balik 60 Ribu Mahasiswa Tak Registrasi SNPMB 2026</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/07/01/ukt-tinggi-atau-salah-jurusan-ini-fakta-di-balik-60-ribu-mahasiswa-tak-registrasi-snpmb-2026/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/07/01/ukt-tinggi-atau-salah-jurusan-ini-fakta-di-balik-60-ribu-mahasiswa-tak-registrasi-snpmb-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 08:57:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[BeritaPendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[KIPKuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[PendidikanIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PerguruanTinggi]]></category>
		<category><![CDATA[SNPMB2026]]></category>
		<category><![CDATA[UKT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=308</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Indo, Jakarta &#8211; Sebanyak 60.000 calon mahasiswa yang dinyatakan lolos Seleksi <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/07/01/ukt-tinggi-atau-salah-jurusan-ini-fakta-di-balik-60-ribu-mahasiswa-tak-registrasi-snpmb-2026/" title="UKT Tinggi atau Salah Jurusan? Ini Fakta di Balik 60 Ribu Mahasiswa Tak Registrasi SNPMB 2026" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/07/01/ukt-tinggi-atau-salah-jurusan-ini-fakta-di-balik-60-ribu-mahasiswa-tak-registrasi-snpmb-2026/">UKT Tinggi atau Salah Jurusan? Ini Fakta di Balik 60 Ribu Mahasiswa Tak Registrasi SNPMB 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="fc1b4462-c5ac-49c5-9aec-fc23d4b1f917" data-message-model-slug="gpt-5-5">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling">
<p class="PDq2pG_selectionAnchorContainer" data-start="101" data-end="505"><strong>Berita Indo, Jakarta</strong> &#8211; Sebanyak <strong data-start="135" data-end="161">60.000 calon mahasiswa</strong> yang dinyatakan lolos <strong data-start="184" data-end="243">Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026</strong> dilaporkan tidak melanjutkan proses registrasi atau daftar ulang di perguruan tinggi negeri. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran, terutama terkait banyaknya kursi yang berpotensi tidak terisi pada tahun akademik baru.</p>
<p data-start="507" data-end="732">Isu tingginya <strong data-start="521" data-end="550">Uang Kuliah Tunggal (UKT)</strong> sempat menjadi sorotan publik dan disebut sebagai salah satu alasan calon mahasiswa mengundurkan diri. Namun, panitia SNPMB menegaskan bahwa faktor tersebut bukanlah penyebab utama.</p>
<p data-start="734" data-end="938">Ketua Umum Penanggung Jawab SNPMB 2026, <strong data-start="774" data-end="798">Prof. Edward Wallock</strong>, menjelaskan bahwa alasan yang paling banyak ditemukan adalah <strong data-start="861" data-end="937">ketidaksesuaian program studi yang diterima dengan minat calon mahasiswa</strong>.</p>
<p data-start="940" data-end="1228">Menurutnya, banyak peserta yang dinyatakan lolos melalui jalur <strong data-start="1003" data-end="1046">Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)</strong> justru diterima di pilihan kedua, ketiga, atau keempat. Sementara itu, mereka masih berharap dapat masuk ke program studi pilihan utama, sehingga memilih tidak melakukan registrasi.</p>
<p data-start="1230" data-end="1438">&#8220;Kondisi tersebut akhirnya membuat sebagian kursi di perguruan tinggi negeri tidak terisi karena peserta memutuskan untuk tidak melanjutkan proses daftar ulang,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-start="1440" data-end="1609">Meski demikian, persoalan biaya pendidikan tetap menjadi tantangan bagi sebagian calon mahasiswa, khususnya peserta dari jalur <strong data-start="1567" data-end="1608">Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K)</strong>.</p>
<p data-start="1611" data-end="1919">Panitia menjelaskan, jumlah peserta yang lolos melalui jalur KIP-K ternyata lebih banyak dibandingkan kuota penerima bantuan yang benar-benar memenuhi syarat. Hanya mahasiswa yang masuk kategori ekonomi tertentu, seperti <strong data-start="1832" data-end="1858">desil 1 hingga desil 4</strong>, yang berhak memperoleh pembiayaan melalui program tersebut.</p>
<p data-start="1921" data-end="2155">Sementara peserta yang berada pada kategori di atasnya harus menanggung biaya kuliah secara mandiri. Bagi sebagian keluarga, kondisi ini membuat biaya UKT terasa cukup berat sehingga memengaruhi keputusan untuk melanjutkan pendidikan.</p>
<p data-start="2157" data-end="2391">Meski demikian, pihak perguruan tinggi negeri menyatakan terus berupaya mencari solusi agar calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik tetap dapat mengenyam pendidikan tinggi dan tidak mengundurkan diri hanya karena kendala biaya.</p>
<p data-start="2393" data-end="2742" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Fenomena puluhan ribu peserta yang tidak melakukan registrasi ini menunjukkan bahwa persoalan akses pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan biaya, tetapi juga menyangkut kesesuaian pilihan program studi, mekanisme seleksi, hingga ketersediaan bantuan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"></div>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/07/01/ukt-tinggi-atau-salah-jurusan-ini-fakta-di-balik-60-ribu-mahasiswa-tak-registrasi-snpmb-2026/">UKT Tinggi atau Salah Jurusan? Ini Fakta di Balik 60 Ribu Mahasiswa Tak Registrasi SNPMB 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/07/01/ukt-tinggi-atau-salah-jurusan-ini-fakta-di-balik-60-ribu-mahasiswa-tak-registrasi-snpmb-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Momen Langka di Pekalongan, Pejabat hingga Aparat Duduk Bersama Mahasiswa Saat Unjuk Rasa</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/06/19/momen-langka-di-pekalongan-pejabat-hingga-aparat-duduk-bersama-mahasiswa-saat-unjuk-rasa/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/06/19/momen-langka-di-pekalongan-pejabat-hingga-aparat-duduk-bersama-mahasiswa-saat-unjuk-rasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 16:09:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Unjuk rasa]]></category>
		<category><![CDATA[Walikota]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=187</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beritaindo, Pekalongan -Pemandangan yang tidak biasa mewarnai aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa di <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/06/19/momen-langka-di-pekalongan-pejabat-hingga-aparat-duduk-bersama-mahasiswa-saat-unjuk-rasa/" title="Momen Langka di Pekalongan, Pejabat hingga Aparat Duduk Bersama Mahasiswa Saat Unjuk Rasa" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/19/momen-langka-di-pekalongan-pejabat-hingga-aparat-duduk-bersama-mahasiswa-saat-unjuk-rasa/">Momen Langka di Pekalongan, Pejabat hingga Aparat Duduk Bersama Mahasiswa Saat Unjuk Rasa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beritaindo, Pekalongan</strong> -Pemandangan yang tidak biasa mewarnai aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa di Kota Pekalongan, Jumat (19/6). Di tengah jalannya unjuk rasa, Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid bersama Ketua DPRD Kota Pekalongan Azmi Basyir memilih duduk langsung di atas aspal untuk mendengarkan aspirasi para mahasiswa. Sikap sederhana dan penuh keterbukaan tersebut pun menuai apresiasi dari para peserta aksi.</p>
<p>Momen itu bermula ketika para mahasiswa menyampaikan tuntutan mereka di hadapan pemerintah daerah. Alih-alih berdiri di balik barikade atau menerima perwakilan massa di ruang formal, Wali Kota dan Ketua DPRD justru membaur dengan para demonstran. Langkah tersebut sontak diikuti oleh jajaran pejabat Pemerintah Kota Pekalongan yang turut hadir di lokasi.</p>
<p>Tak hanya unsur pemerintah daerah, Kapolres Pekalongan Kota, Dandim, serta personel pengamanan yang bertugas juga ikut duduk bersama di atas aspal. Suasana yang semula dipenuhi ketegangan perlahan berubah menjadi lebih cair dan penuh keakraban. Sekat antara pemangku kebijakan dan mahasiswa seakan luluh, digantikan oleh dialog yang berlangsung terbuka dan setara.</p>
<p>Sikap rendah hati para pemimpin daerah itu mendapat respons positif dari massa aksi. Orasi yang sebelumnya berlangsung dengan nada kritis berubah menjadi forum penyampaian aspirasi yang lebih kondusif. Banyak peserta aksi mengaku menghargai kesediaan para pejabat untuk turun langsung dan mendengarkan suara mahasiswa tanpa jarak.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa yang dipimpin Ketua BEM Universitas Pekalongan (Unikal), Syakif, menyampaikan sejumlah tuntutan. Pada tingkat nasional, mereka meminta pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih. Sementara pada level daerah, mahasiswa mendesak Pemerintah Kota Pekalongan untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat, seperti pengelolaan sampah, penanganan banjir rob, serta pembenahan pasar.</p>
<p>Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wali Kota Afzan Arslan Djunaid dan Ketua DPRD Azmi Basyir menyatakan komitmen mereka untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap berbagai persoalan daerah. Keduanya menegaskan bahwa masukan dari mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses pembangunan dan pengambilan kebijakan di Kota Pekalongan.</p>
<p>Sementara terkait tuntutan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, keduanya berjanji akan meneruskan aspirasi dan suara mahasiswa kepada pihak yang berwenang. Mereka berharap komunikasi yang terjalin antara pemerintah dan mahasiswa dapat terus terjaga sebagai bentuk sinergi dalam mewujudkan Kota Pekalongan yang lebih baik.</p>
<p>Aksi demonstrasi yang berlangsung damai tersebut akhirnya menjadi contoh bahwa dialog terbuka dan sikap saling menghormati mampu menciptakan ruang komunikasi yang konstruktif. Momen para pejabat dan mahasiswa duduk bersama di atas aspal pun menjadi simbol bahwa aspirasi masyarakat akan lebih mudah tersampaikan ketika pemimpin hadir dan mendengarkan secara langsung.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/19/momen-langka-di-pekalongan-pejabat-hingga-aparat-duduk-bersama-mahasiswa-saat-unjuk-rasa/">Momen Langka di Pekalongan, Pejabat hingga Aparat Duduk Bersama Mahasiswa Saat Unjuk Rasa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/06/19/momen-langka-di-pekalongan-pejabat-hingga-aparat-duduk-bersama-mahasiswa-saat-unjuk-rasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kawal Aksi Damai PMII di Alun-Alun Kajen, Polres Pekalongan Berikan Pengamanan Humanis</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/06/18/kawal-aksi-damai-pmii-di-alun-alun-kajen-polres-pekalongan-berikan-pengamanan-humanis/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/06/18/kawal-aksi-damai-pmii-di-alun-alun-kajen-polres-pekalongan-berikan-pengamanan-humanis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2026 02:38:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepolisian]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Demo]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=145</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beritaindo,Pekalongan &#8211; Polda Jateng &#8211; Jajaran Polres Pekalongan mengawal ketat jalannya aksi <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/06/18/kawal-aksi-damai-pmii-di-alun-alun-kajen-polres-pekalongan-berikan-pengamanan-humanis/" title="Kawal Aksi Damai PMII di Alun-Alun Kajen, Polres Pekalongan Berikan Pengamanan Humanis" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/18/kawal-aksi-damai-pmii-di-alun-alun-kajen-polres-pekalongan-berikan-pengamanan-humanis/">Kawal Aksi Damai PMII di Alun-Alun Kajen, Polres Pekalongan Berikan Pengamanan Humanis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beritaindo,Pekalongan</strong> &#8211; Polda Jateng &#8211; Jajaran Polres Pekalongan mengawal ketat jalannya aksi penyampaian aspirasi yang digelar oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pekalongan Raya pada Rabu, 17 Juni 2026. Aksi damai yang dipusatkan di kawasan Alun-Alun Kajen ini diikuti oleh sekitar 250 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti UIN Gusdur, ITS NU, Universitas Pekalongan, dan Universitas Slamet Sri Batang.</p>
<p>Massa bergerak secara teratur dari titik kumpul di Taman Makam Pahlawan Bojong menuju area Tugu Nol KM Kajen untuk melakukan orasi awal dan teatrikal. Massa kemudian melakukan long march menuju depan Tugu Al-Qur&#8217;an Alun-Alun Kajen dengan membawa satu unit mobil komando serta berbagai pamflet tuntutan yang menyoroti sejumlah isu nasional maupun lokal.</p>
<p>Suarakan Isu Nasional hingga Regulasi Lokal</p>
<p>Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian di podium terbuka, perwakilan mahasiswa menyoroti sejumlah hal krusial:</p>
<p>Isu Nasional: Mahasiswa mengkritisi ruang fiskal negara, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga mendesak penarikan RUU TNI-Polri yang dinilai berpotensi memperluas militerisme di ranah sipil. Mereka juga menyuarakan evaluasi terhadap efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG).</p>
<p>Isu Lokal: Orator menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur jalan yang rusak di Kabupaten Pekalongan, tata kelola pelayanan publik yang bersih dari praktik jual beli jabatan, krisis UMK, hingga dampak lingkungan akibat proyek galian C.</p>
<p>Audiensi Terbuka di Jalan Mandurorejo</p>
<p>Menghadapi para demonstran, Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., bersama Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., didampingi perwakilan Kodim 0710 dan Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan, langsung turun ke jalan untuk melakukan audiensi terbuka di depan Tugu Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Ketua PC PMII Pekalongan Raya menyampaikan bahwa mahasiswa akan tetap konsisten mengawal kerja nyata pemerintah daerah.</p>
<p>&#8220;Kami membawa pakta integritas dan berharap apa yang menjadi tuntutan kami benar-benar ditindaklanjuti secara konkret oleh jajaran Pemkab,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Merespons hal tersebut, Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman menyambut baik masukan dari para mahasiswa dan menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Mengenai evaluasi program nasional seperti MBG, ia menegaskan komitmen daerah untuk memastikan program berjalan efektif tanpa pelanggaran. Pemkab bahkan telah mengambil langkah tegas merekomendasikan penangguhan (suspend) terhadap 15 Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar kelayakan.</p>
<p>Di akhir audiensi, Plt. Bupati Pekalongan dan pihak DPRD menandatangani lembar tuntutan mahasiswa dalam bentuk banner yang kemudian dipasang di depan tulisan Alun-Alun Kajen.</p>
<p>Apresiasi dari Kepolisian</p>
<p>Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi dengan tertib, aman, dan menjaga kondusifitas wilayah.</p>
<p>Untuk memastikan kelancaran kegiatan, jajaran Polres Pekalongan sebelumnya telah menerjunkan personel gabungan yang terdiri dari 250 personel Polri, 30 personel TNI, dan 15 anggota Satpol PP.</p>
<p>&#8220;Terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah melaksanakan aksi damai sore ini secara aman dan kondusif. Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan pelayanan pengamanan terbaik agar suara rekan-rekan bisa tersampaikan dengan baik kepada Pemerintah Daerah,&#8221; pungkas AKBP Rachmad.</p>
<p>Aksi penyampaian aspirasi tersebut berakhir pada pukul 17.30 wib. Polres Pekalongan memberikan pelayanan kepada peserta aksi dengan memberikan tumpangan kepada peserta aksi menuju ke titik penjemputan usi pelaksanaan aksi.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/18/kawal-aksi-damai-pmii-di-alun-alun-kajen-polres-pekalongan-berikan-pengamanan-humanis/">Kawal Aksi Damai PMII di Alun-Alun Kajen, Polres Pekalongan Berikan Pengamanan Humanis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/06/18/kawal-aksi-damai-pmii-di-alun-alun-kajen-polres-pekalongan-berikan-pengamanan-humanis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
