<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jalan rusak Arsip - Berita Indo</title>
	<atom:link href="https://www.berita-indo.com/tag/jalan-rusak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berita-indo.com/tag/jalan-rusak/</link>
	<description>Fakta Terkini,Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Aug 2026 04:26:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/logo-berita-indo-1-90x90.png</url>
	<title>Jalan rusak Arsip - Berita Indo</title>
	<link>https://www.berita-indo.com/tag/jalan-rusak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Belum Setahun Dibangun, Jembatan Tengeng Wetan Kembali Amblas, LPKM Minta APH Turun Tangan</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/08/03/belum-setahun-dibangun-jembatan-tengeng-wetan-kembali-amblas-lpkm-minta-aph-turun-tangan/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/08/03/belum-setahun-dibangun-jembatan-tengeng-wetan-kembali-amblas-lpkm-minta-aph-turun-tangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2026 04:26:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Invetigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Amblas]]></category>
		<category><![CDATA[DPUPR]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=487</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Indo, Pekalongan -Belum genap setahun sejak rampung dibangun, Jembatan Tengeng Wetan <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/08/03/belum-setahun-dibangun-jembatan-tengeng-wetan-kembali-amblas-lpkm-minta-aph-turun-tangan/" title="Belum Setahun Dibangun, Jembatan Tengeng Wetan Kembali Amblas, LPKM Minta APH Turun Tangan" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/08/03/belum-setahun-dibangun-jembatan-tengeng-wetan-kembali-amblas-lpkm-minta-aph-turun-tangan/">Belum Setahun Dibangun, Jembatan Tengeng Wetan Kembali Amblas, LPKM Minta APH Turun Tangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Berita Indo, Pekalongan</strong> -Belum genap setahun sejak rampung dibangun, Jembatan Tengeng Wetan di Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, kembali mengalami amblas. Kerusakan yang berulang pada infrastruktur yang dibiayai dari anggaran negara itu kini menjadi sorotan publik dan memunculkan tuntutan agar seluruh proses pembangunannya diperiksa secara menyeluruh.</p>
<p>Perhatian masyarakat menguat setelah video yang memperlihatkan kondisi jembatan viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang warga menyampaikan keluhannya secara langsung kepada Penjabat (Pj) Bupati Pekalongan, Sukirman. Warga mengaku khawatir karena kondisi jalan di ujung jembatan dinilai membahayakan pengguna, terlebih kerusakan serupa disebut pernah diperbaiki namun kembali terjadi.</p>
<p>Merespons ramainya perbincangan, Lembaga Poros Keadilan Masyarakat (LPKM) Kabupaten Pekalongan melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Minggu (2/8/2026). Hasil pengecekan menunjukkan adanya penurunan permukaan di bagian oprit atau ujung jembatan dengan kedalaman yang cukup signifikan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu kecelakaan, terutama pada malam hari maupun saat hujan ketika permukaan jalan sulit dikenali pengendara.</p>
<p>Ketua LPKM Kabupaten Pekalongan, Agus Subekti, menilai kerusakan yang terus berulang mengindikasikan persoalan yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan tambal sulam.</p>
<p>&#8220;Kalau sudah dua kali diperbaiki tetapi kembali amblas, berarti persoalannya bukan sekadar di permukaan. Perlu evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan sejak awal pembangunan,&#8221; kata Agus.</p>
<p>Menurutnya, gejala kerusakan sebenarnya telah terlihat tidak lama setelah proyek dinyatakan selesai. Sekitar tiga bulan pascapembangunan, permukaan beton jembatan disebut mulai mengalami retak-retak. Namun, penanganan yang dilakukan saat itu dinilai hanya berupa pelapisan aspal tanpa menyentuh penyebab utama kerusakan.</p>
<p>&#8220;Retakan itu hanya ditutup aspal. Bagi kami, itu bukan penyelesaian terhadap akar masalah. Justru kondisi yang terus berulang ini memperkuat dugaan bahwa ada persoalan pada mutu konstruksi yang perlu diuji secara teknis,&#8221; ujarnya.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-488 size-full" src="https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260803_112028.jpg" alt="" width="576" height="432" /></p>
<p>Atas kondisi tersebut, LPKM mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan terhadap seluruh rangkaian proyek, mulai dari tahap perencanaan, proses pengadaan, pelaksanaan pekerjaan, hingga pengawasan. Menurut Agus, proyek yang menggunakan dana publik harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi administrasi maupun kualitas hasil pembangunan.</p>
<p>LPKM juga menyoroti mekanisme pengadaan proyek yang disebut menggunakan sistem *e-purchasing* tanpa melalui proses tender terbuka. Mekanisme tersebut, menurutnya, perlu dievaluasi untuk memastikan seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai ketentuan serta menghasilkan infrastruktur yang memenuhi standar kualitas.</p>
<p>&#8220;Kami meminta APH mengusut proyek ini secara menyeluruh. Ini bukan hanya soal anggaran negara, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jembatan tersebut. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang pada proyek-proyek lainnya,&#8221; tegas Agus.</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) Kabupaten Pekalongan belum memberikan keterangan resmi. Kepala Bidang Bina Marga yang dihubungi melalui pesan WhatsApp juga belum memberikan respons.</p>
<p>Konfirmasi dilakukan untuk meminta penjelasan mengenai status proyek, apakah masih berada dalam masa pemeliharaan penyedia jasa atau telah diserahterimakan kepada pemerintah daerah. Selain itu, dinas juga dimintai penjelasan terkait penyebab amblasnya jembatan yang baru selesai dibangun padaakhir 2025 tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/08/03/belum-setahun-dibangun-jembatan-tengeng-wetan-kembali-amblas-lpkm-minta-aph-turun-tangan/">Belum Setahun Dibangun, Jembatan Tengeng Wetan Kembali Amblas, LPKM Minta APH Turun Tangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/08/03/belum-setahun-dibangun-jembatan-tengeng-wetan-kembali-amblas-lpkm-minta-aph-turun-tangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Wringin Agung Patungan Rp30 Juta, Cor Jalan Rusak yang Lama Tak Tersentuh Perbaikan</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/07/26/warga-wringin-agung-patungan-rp30-juta-cor-jalan-rusak-yang-lama-tak-tersentuh-perbaikan/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/07/26/warga-wringin-agung-patungan-rp30-juta-cor-jalan-rusak-yang-lama-tak-tersentuh-perbaikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2026 13:31:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[BeritaPekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Perbaikan jalan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=444</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Indo, Pekalongan -Kesabaran warga Desa Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/07/26/warga-wringin-agung-patungan-rp30-juta-cor-jalan-rusak-yang-lama-tak-tersentuh-perbaikan/" title="Warga Wringin Agung Patungan Rp30 Juta, Cor Jalan Rusak yang Lama Tak Tersentuh Perbaikan" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/07/26/warga-wringin-agung-patungan-rp30-juta-cor-jalan-rusak-yang-lama-tak-tersentuh-perbaikan/">Warga Wringin Agung Patungan Rp30 Juta, Cor Jalan Rusak yang Lama Tak Tersentuh Perbaikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Berita Indo, Pekalongan</strong> -Kesabaran warga Desa Wringin Agung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, akhirnya berbuah aksi nyata. Setelah bertahun-tahun menghadapi kondisi jalan desa yang rusak tanpa adanya perbaikan, masyarakat memilih tidak lagi menunggu. Dengan semangat gotong royong, mereka bergandengan tangan memperbaiki jalan secara swadaya melalui pengecoran yang dilaksanakan pada Minggu (26/7/2026).</p>
<p>Ruas jalan yang dicor memiliki panjang sekitar 75 meter dengan lebar 3 meter. Seluruh kebutuhan biaya pembangunan ditanggung oleh warga melalui iuran sukarela yang berhasil terkumpul hingga sekitar Rp30 juta. Selain menyumbangkan dana, masyarakat juga terlibat langsung dalam proses pengerjaan, mulai dari persiapan hingga pengecoran.</p>
<p>Koordinator kegiatan sekaligus tokoh masyarakat, Nashorin, mengatakan bahwa inisiatif tersebut lahir dari kepedulian warga terhadap keselamatan dan kelancaran aktivitas sehari-hari. Menurutnya, kerusakan jalan sudah lama menjadi keluhan masyarakat, namun hingga kini belum mendapat penanganan dari pemerintah.</p>
<p>&#8220;Karena belum ada perbaikan, masyarakat berinisiatif bergotong royong mengumpulkan dana dan tenaga agar jalan ini kembali layak dilalui. Ini murni hasil kebersamaan warga,&#8221; ujar Nashorin.</p>
<p>Ia menambahkan, kondisi jalan yang rusak selama ini kerap menyulitkan pengguna jalan, terutama saat musim hujan. Karena itu, warga sepakat bergerak bersama agar akses transportasi di lingkungan desa menjadi lebih aman dan nyaman.</p>
<p>Hal senada disampaikan Taufik, salah seorang warga. Ia berharap upaya swadaya yang dilakukan masyarakat dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga sisa ruas jalan yang masih mengalami kerusakan bisa segera ditangani.</p>
<p>&#8220;Kami berharap pemerintah dapat melanjutkan perbaikan jalan yang masih rusak. Warga sudah berusaha semampunya, tetapi masih banyak ruas jalan yang membutuhkan penanganan agar aktivitas masyarakat lebih aman dan lancar,&#8221; katanya.</p>
<p>Aksi gotong royong tersebut pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga dinilai menjadi bukti kuat bahwa kepedulian terhadap pembangunan desa masih terjaga. Meski demikian, warga berharap langkah swadaya ini tidak berhenti sebagai solusi sementara, melainkan menjadi pemantik hadirnya dukungan pemerintah untuk mewujudkan perbaikan infrastruktur secara menyeluruh di Desa Wringin Agung.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/07/26/warga-wringin-agung-patungan-rp30-juta-cor-jalan-rusak-yang-lama-tak-tersentuh-perbaikan/">Warga Wringin Agung Patungan Rp30 Juta, Cor Jalan Rusak yang Lama Tak Tersentuh Perbaikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/07/26/warga-wringin-agung-patungan-rp30-juta-cor-jalan-rusak-yang-lama-tak-tersentuh-perbaikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lelah Menunggu Perbaikan, Warga Pekalongan  Cor Jalan Rusak dengan Dana Swadaya</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/06/22/lelah-menunggu-perbaikan-warga-pekalongan-cor-jalan-rusak-dengan-dana-swadaya/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/06/22/lelah-menunggu-perbaikan-warga-pekalongan-cor-jalan-rusak-dengan-dana-swadaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 06:07:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Gorong Royong]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Swadaya masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=220</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beritaindo, Pekalongan &#8211;Suara cangkul beradu dengan batu, derit gerobak pengangkut pasir, serta <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/06/22/lelah-menunggu-perbaikan-warga-pekalongan-cor-jalan-rusak-dengan-dana-swadaya/" title="Lelah Menunggu Perbaikan, Warga Pekalongan  Cor Jalan Rusak dengan Dana Swadaya" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/22/lelah-menunggu-perbaikan-warga-pekalongan-cor-jalan-rusak-dengan-dana-swadaya/">Lelah Menunggu Perbaikan, Warga Pekalongan  Cor Jalan Rusak dengan Dana Swadaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beritaindo, Pekalongan &#8211;</strong>Suara cangkul beradu dengan batu, derit gerobak pengangkut pasir, serta tawa warga yang saling menyemangati terdengar sejak pagi di Dukuh Petungkon, Desa Tembelang Gunung, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Senin (22/6/2026). Di tengah hamparan jalan yang selama bertahun-tahun dipenuhi lubang dan kerusakan, ratusan warga berkumpul dengan satu tujuan: memperbaiki akses yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan mereka.</p>
<p>Tak ada alat berat, tak ada papan proyek. Yang ada hanyalah semangat gotong royong yang diwujudkan melalui aksi bertajuk Gerakan Semen Rakyat.</p>
<p>Ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Tembelang Gunung, Desa Ketingkrang, hingga Kecamatan Paninggaran selama ini menjadi jalur utama mobilitas masyarakat. Namun kondisi jalan yang semakin rusak membuat aktivitas warga kerap terhambat. Saat musim hujan tiba, lubang-lubang jalan berubah menjadi kubangan yang membahayakan pengendara dan meningkatkan risiko kecelakaan.</p>
<p>Merasa tak bisa terus menunggu, masyarakat akhirnya mengambil inisiatif. Dengan dana hasil urunan warga dan dukungan para perantau, mereka bergotong royong melakukan pengecoran di sejumlah titik yang dianggap paling rawan.</p>
<p>Pemandangan kebersamaan tampak di sepanjang lokasi pekerjaan. Para pemuda bergantian mengangkut pasir dan semen, sementara kaum bapak sibuk mencampur material dan meratakan adukan beton. Di sudut lain, para ibu menyiapkan makanan dan minuman untuk para pekerja yang sejak pagi berjibaku di bawah terik matahari.</p>
<figure id="attachment_222" aria-describedby="caption-attachment-222" style="width: 848px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-222 size-full" src="https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/Videoshot_20260622_125712.jpg" alt="" width="848" height="478" srcset="https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/Videoshot_20260622_125712.jpg 848w, https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/Videoshot_20260622_125712-768x433.jpg 768w" sizes="(max-width: 848px) 100vw, 848px" /><figcaption id="caption-attachment-222" class="wp-caption-text">Warga bergotong royong dengan alat manual seadanya</figcaption></figure>
<p>Tokoh masyarakat setempat, Tutur Atmojo, menuturkan bahwa jalan tersebut memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan warga. Selain menjadi akses utama transportasi, jalur itu juga menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.</p>
<p>“Jalan ini menjadi penghubung utama masyarakat. Karena kerusakannya semakin parah dan belum mendapatkan penanganan yang memadai, warga berinisiatif melakukan pengecoran secara swadaya agar akses transportasi lebih aman,” ujarnya.</p>
<p>Kerusakan jalan, lanjutnya, bukan sekadar persoalan kenyamanan. Setiap hari warga harus berhadapan dengan risiko yang nyata, mulai dari kendaraan yang tergelincir hingga terhambatnya akses saat kondisi darurat.</p>
<p>Koordinator kegiatan, Kasturah, mengatakan anak-anak sekolah menjadi salah satu kelompok yang paling merasakan dampak kerusakan jalan tersebut. Tidak sedikit pelajar yang kesulitan melintas, terutama ketika hujan mengguyur wilayah pegunungan itu.</p>
<p>“Anak-anak sekolah sering kesulitan melintas, bahkan ada yang terjatuh. Selain itu, ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan penanganan cepat, kondisi jalan yang rusak dapat memperlambat perjalanan menuju fasilitas kesehatan,” katanya.</p>
<p>Menurut Kasturah, seluruh kegiatan dalam Gerakan Semen Rakyat dilakukan secara mandiri. Material dan kebutuhan pengecoran berasal dari iuran sukarela masyarakat serta dukungan para perantau yang tergabung dalam komunitas Guyub Rukun Selawase Tembelang Gunung.</p>
<p>Meski demikian, warga menyadari upaya yang mereka lakukan belum mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Pengecoran swadaya hanya menjadi solusi sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memperlancar mobilitas masyarakat.</p>
<p>Karena itu, mereka berharap Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat segera merealisasikan perbaikan permanen terhadap ruas jalan tersebut. Harapan serupa juga ditujukan kepada para wakil rakyat dari Daerah Pemilihan V agar lebih serius memperjuangkan pembangunan infrastruktur di wilayah pegunungan yang selama ini dinilai masih tertinggal.</p>
<p>“Apa yang kami lakukan hari ini adalah bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama. Namun kami tetap berharap ada penanganan permanen dari pemerintah agar jalan ini benar-benar layak digunakan,” tutur Kasturah.</p>
<p>Di balik tumpukan semen dan pasir yang perlahan menutup lubang-lubang jalan, tersimpan pesan yang lebih besar dari sekadar pembangunan fisik. Gerakan Semen Rakyat menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat pedesaan.</p>
<p>Ketika bantuan yang dinanti belum kunjung datang, warga memilih tidak berdiam diri. Mereka bergerak, bekerja, dan bergandengan tangan memperbaiki jalan yang setiap hari mereka lalui. Dari setiap adukan semen yang dituangkan, tumbuh harapan agar perjuangan masyarakat Tembelang Gunung mendapat perhatian nyata demi masa depan mobilitas dan perekonomian wilayah yang lebih baik.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/22/lelah-menunggu-perbaikan-warga-pekalongan-cor-jalan-rusak-dengan-dana-swadaya/">Lelah Menunggu Perbaikan, Warga Pekalongan  Cor Jalan Rusak dengan Dana Swadaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/06/22/lelah-menunggu-perbaikan-warga-pekalongan-cor-jalan-rusak-dengan-dana-swadaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
