<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>EkonomiRakyat Arsip - Berita Indo</title>
	<atom:link href="https://www.berita-indo.com/tag/ekonomirakyat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berita-indo.com/tag/ekonomirakyat/</link>
	<description>Fakta Terkini,Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Jun 2026 09:51:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/logo-berita-indo-1-90x90.png</url>
	<title>EkonomiRakyat Arsip - Berita Indo</title>
	<link>https://www.berita-indo.com/tag/ekonomirakyat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Produk Pangan Lokal Pekalongan Didorong Lebih Tahan, Aman, dan Bernilai Jual Tinggi</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/06/24/produk-pangan-lokal-pekalongan-didorong-lebih-tahan-aman-dan-bernilai-jual-tinggi/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/06/24/produk-pangan-lokal-pekalongan-didorong-lebih-tahan-aman-dan-bernilai-jual-tinggi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 09:51:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[EkonomiRakyat]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=234</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beritaindo, Pekalongan Kota -Penguatan sektor pangan lokal sangat penting agar memiliki daya <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/06/24/produk-pangan-lokal-pekalongan-didorong-lebih-tahan-aman-dan-bernilai-jual-tinggi/" title="Produk Pangan Lokal Pekalongan Didorong Lebih Tahan, Aman, dan Bernilai Jual Tinggi" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/24/produk-pangan-lokal-pekalongan-didorong-lebih-tahan-aman-dan-bernilai-jual-tinggi/">Produk Pangan Lokal Pekalongan Didorong Lebih Tahan, Aman, dan Bernilai Jual Tinggi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beritaindo, Pekalongan Kota</strong> -Penguatan sektor pangan lokal sangat penting agar memiliki daya tahan, daya simpan, serta daya saing dan nilai jual yang lebih tinggi. Hal tersebut disampaikan Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Wismo Aditiyo usai membuka kegiatan FGD Pangan Berdaya di Aula Kantor Dinperpa Kota Pekalongan, Selasa (23/6/2026).</p>
<p>Kegiatan yang menghadirkan narasumber Techno-preneur &amp; CEO Pachira Group, Mukhlis Bahrainy ini membahas penguatan keamanan pangan dari hulu hingga hilir, termasuk pengawasan produk, penggunaan bahan tambahan pangan, serta standar keamanan yang harus dipenuhi pelaku usaha.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-235 size-full" src="https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG_20260624_164555.jpg" alt="" width="672" height="360" /></p>
<p>&#8220;Fokus utama kegiatan adalah memastikan pangan yang beredar di masyarakat aman untuk dikonsumsi serta mendukung ketahanan pangan daerah,&#8221;ujar Wismo.</p>
<p>Ia menyebut, dalam kegiatan tersebut juga digelar bazar urban farming yang menampilkan produk pangan lokal UMKM Kota Pekalongan, seperti jenang terong, aneka sayuran segar (kangkung, kemangi dan bayam), stik kucai, stik kemangi, hingga bibit tanaman buah. Produk-produk tersebut dipasarkan dengan harga terjangkau mulai Rp2.000 hingga Rp25.000.</p>
<p>Lebih lanjut, Wismo menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah, seperti Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dindagkop-UKM, dalam mendorong UMKM pangan agar naik kelas.</p>
<p>&#8220;Termasuk keterlibatan tenaga ahli gizi dari SPP-G sebagai bagian dari upaya memastikan kualitas konsumsi pangan masyarakat tetap aman dan bergizi,&#8221;tukasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/24/produk-pangan-lokal-pekalongan-didorong-lebih-tahan-aman-dan-bernilai-jual-tinggi/">Produk Pangan Lokal Pekalongan Didorong Lebih Tahan, Aman, dan Bernilai Jual Tinggi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/06/24/produk-pangan-lokal-pekalongan-didorong-lebih-tahan-aman-dan-bernilai-jual-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemadaman Listrik Ganggu Produksi UMKM di Kabupaten Pekalongan, Pelaku Usaha Keluhkan Kerugian</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/06/24/pemadaman-listrik-ganggu-produksi-umkm-di-kabupaten-pekalongan-pelaku-usaha-keluhkan-kerugian/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/06/24/pemadaman-listrik-ganggu-produksi-umkm-di-kabupaten-pekalongan-pelaku-usaha-keluhkan-kerugian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 09:43:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[EkonomiRakyat]]></category>
		<category><![CDATA[PLN]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=229</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beritaindo, Pekalongan &#8211;Pemadaman listrik yang kerap terjadi belakangan ini mulai dirasakan dampaknya <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/06/24/pemadaman-listrik-ganggu-produksi-umkm-di-kabupaten-pekalongan-pelaku-usaha-keluhkan-kerugian/" title="Pemadaman Listrik Ganggu Produksi UMKM di Kabupaten Pekalongan, Pelaku Usaha Keluhkan Kerugian" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/24/pemadaman-listrik-ganggu-produksi-umkm-di-kabupaten-pekalongan-pelaku-usaha-keluhkan-kerugian/">Pemadaman Listrik Ganggu Produksi UMKM di Kabupaten Pekalongan, Pelaku Usaha Keluhkan Kerugian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beritaindo, Pekalongan &#8211;</strong>Pemadaman listrik yang kerap terjadi belakangan ini mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Pekalongan. Gangguan tersebut tidak hanya menghambat proses produksi, tetapi juga memicu kerugian hingga menurunkan kepercayaan pelanggan.</p>
<p>Salah satu pelaku UMKM, Arofah, pengusaha catering snack sekaligus pemilik kedai mie ayam hijau sayur dan bakso di kecamatan Doro, mengaku sangat terdampak saat pemadaman terjadi di tengah proses produksi.</p>
<p>“Ketika pemadaman terjadi saat proses penggilingan mie, kami sangat terganggu karena harus menggunakan gilingan manual yang membutuhkan waktu lebih lama dan tenaga ekstra,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (24/6/2026).</p>
<p>Ia menambahkan, pemadaman yang berlangsung antara dua hingga empat jam juga menyebabkan keterbatasan air dan penerangan, terutama saat cuaca hujan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kualitas produksi.</p>
<p>“Dampaknya, kualitas produksi kami jadi kurang bagus. Bahkan, biaya produksi bisa bertambah karena harus mengulang produksi. Produk yang kurang bagus akhirnya hanya bisa dijual seadanya,” imbuhnya.</p>
<p>Keluhan serupa disampaikan Vino, produsen tas spunbond di Desa Watugajah, Kecamatan Kesesi. Ia menyebut pemadaman listrik dengan durasi lebih dari tiga hingga lima jam mengganggu proses produksi secara signifikan.</p>
<p>“Akibatnya, produksi terhambat, pengiriman jadi terlambat, dan itu bisa menimbulkan ketidakpercayaan dari pelanggan. Selain itu, kami juga harus menambah biaya lembur karyawan untuk mengejar target produksi,” jelasnya.</p>
<p>Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Roufah Ainani, mengimbau para pelaku usaha untuk lebih adaptif dalam menghadapi situasi pemadaman listrik.</p>
<p>Ia menyarankan pelaku UMKM aktif memantau informasi dari PLN terkait jadwal pemadaman agar dapat menyesuaikan waktu produksi.</p>
<p>“Dengan mengetahui jadwal pemadaman, pelaku usaha bisa mengatur proses produksi agar tidak terganggu. Selain itu, penting juga meningkatkan literasi terkait penyimpanan makanan, terutama untuk produk beku saat listrik padam,” ujarnya.</p>
<p>Roufah juga berharap pihak PLN dapat meningkatkan sosialisasi terkait pemadaman listrik kepada masyarakat.</p>
<p>“Kami berharap informasi pemadaman dapat disampaikan lebih luas, minimal tiga hari sebelumnya, sehingga pelaku usaha bisa lebih siap dan meminimalisir kerugian,” tandasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/24/pemadaman-listrik-ganggu-produksi-umkm-di-kabupaten-pekalongan-pelaku-usaha-keluhkan-kerugian/">Pemadaman Listrik Ganggu Produksi UMKM di Kabupaten Pekalongan, Pelaku Usaha Keluhkan Kerugian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/06/24/pemadaman-listrik-ganggu-produksi-umkm-di-kabupaten-pekalongan-pelaku-usaha-keluhkan-kerugian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saat Ekonomi Sulit, Warga Pekalongan Utamakan Kenyang daripada Menu Mewah</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/06/17/saat-ekonomi-sulit-warga-pekalongan-utamakan-kenyang-daripada-menu-mewah/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/06/17/saat-ekonomi-sulit-warga-pekalongan-utamakan-kenyang-daripada-menu-mewah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 11:15:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Beritaindo]]></category>
		<category><![CDATA[BeritaPekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[DayaBeliMasyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[EkonomiRakyat]]></category>
		<category><![CDATA[HargaPanganNaik]]></category>
		<category><![CDATA[WartegPekalongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=134</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Indo , Pekalongan – Kenaikan harga pangan yang terus terjadi mulai <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/06/17/saat-ekonomi-sulit-warga-pekalongan-utamakan-kenyang-daripada-menu-mewah/" title="Saat Ekonomi Sulit, Warga Pekalongan Utamakan Kenyang daripada Menu Mewah" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/17/saat-ekonomi-sulit-warga-pekalongan-utamakan-kenyang-daripada-menu-mewah/">Saat Ekonomi Sulit, Warga Pekalongan Utamakan Kenyang daripada Menu Mewah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}"><b>Berita Indo , Pekalongan </b>– Kenaikan harga pangan yang terus terjadi mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Di tengah tekanan ekonomi dan pendapatan yang relatif stagnan, sebagian warga kini lebih mengutamakan kebutuhan dasar dengan menerapkan prinsip &#8220;<a href="https://draft.blogger.com/blog/post/edit/3425039665161516058/4675517881251458686#" data-original-attrs="{&quot;data-original-href&quot;:&quot;https://www.google.com/search?ved=1t:260882&amp;q=define+%22yang+penting+kenyang%22&amp;bbid=3425039665161516058&amp;bpid=4675517881251458686&quot;,&quot;data-preview&quot;:&quot;&quot;,&quot;target&quot;:&quot;_blank&quot;}">yang penting kenyang</a>&#8221; saat membeli makanan.</p>
<p>Fenomena tersebut terlihat di sejumlah warung Tegal (warteg) di Kota Pekalongan. Menu sederhana seperti tahu, tempe, dan oseng sayur kini menjadi pilihan utama pelanggan dibandingkan lauk yang harganya lebih tinggi, seperti ayam, ikan, maupun hati sapi.</p>
<p>Salah satu warteg yang beroperasi selama 24 jam di Kota Pekalongan mencatat adanya perubahan kebiasaan konsumen dalam beberapa bulan terakhir. Pelanggan cenderung memilih makanan dengan harga terjangkau untuk menekan pengeluaran harian.</p>
<p>Sejumlah konsumen mengaku harus lebih cermat mengatur keuangan akibat kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok. Selain membatasi anggaran makan, sebagian warga juga mulai mengurangi kebiasaan jajan di luar dan lebih sering memasak sendiri di rumah sebagai langkah penghematan.</p>
<p>Kondisi tersebut turut dirasakan para pelaku usaha kuliner. <a href="https://draft.blogger.com/blog/post/edit/3425039665161516058/4675517881251458686#" data-original-attrs="{&quot;data-original-href&quot;:&quot;https://www.google.com/search?ved=1t:260882&amp;q=Daryono+warteg+Pekalongan&amp;bbid=3425039665161516058&amp;bpid=4675517881251458686&quot;,&quot;data-preview&quot;:&quot;&quot;,&quot;target&quot;:&quot;_blank&quot;}">Daryono</a>, pemilik salah satu warteg di Kota Pekalongan, mengungkapkan bahwa permintaan terhadap lauk dengan harga lebih mahal mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.</p>
<p>&#8220;Sebaliknya, pelanggan kini lebih banyak mencari paket makanan murah yang sesuai dengan kemampuan finansial mereka,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Daryono, tidak sedikit pelanggan yang datang dengan anggaran terbatas. Meski keuntungan yang diperoleh semakin tipis, ia tetap berupaya melayani pembeli karena makanan merupakan kebutuhan pokok masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kadang ada yang minta dibungkuskan makanan dengan anggaran Rp10.000. Sebagai penjual, saya tetap melayani karena semua orang butuh makan,&#8221; katanya.</p>
<p>Pengamat ekonomi menilai bahwa ketika <a href="https://draft.blogger.com/blog/post/edit/3425039665161516058/4675517881251458686#" data-original-attrs="{&quot;data-original-href&quot;:&quot;https://www.google.com/search?ved=1t:260882&amp;q=define+daya+beli+masyarakat&amp;bbid=3425039665161516058&amp;bpid=4675517881251458686&quot;,&quot;data-preview&quot;:&quot;&quot;,&quot;target&quot;:&quot;_blank&quot;}">daya beli masyarakat</a> menurun, pola konsumsi akan bergeser ke produk atau makanan yang lebih murah. Akibatnya, masyarakat lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasar meskipun harus mengurangi kualitas maupun variasi makanan yang dikonsumsi.</p>
<p>Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha warteg untuk tetap menjaga harga jual agar terjangkau di tengah kenaikan biaya bahan baku.</p>
<p>Karena itu, pemerintah diharapkan mampu menjaga <a href="https://draft.blogger.com/blog/post/edit/3425039665161516058/4675517881251458686#" data-original-attrs="{&quot;data-original-href&quot;:&quot;https://www.google.com/search?ved=1t:260882&amp;q=stabilitas+harga+pangan+importance&amp;bbid=3425039665161516058&amp;bpid=4675517881251458686&quot;,&quot;data-preview&quot;:&quot;&quot;,&quot;target&quot;:&quot;_blank&quot;}">stabilitas harga pangan</a> dan memperkuat kondisi ekonomi agar daya beli masyarakat tidak semakin tergerus. Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga keberlangsungan usaha mikro di sektor kuliner.</p>
<p>Fenomena &#8220;yang penting kenyang&#8221; menjadi gambaran nyata bagaimana masyarakat beradaptasi menghadapi situasi ekonomi yang penuh tantangan. </span></p>
<div><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}"> </span></div>
<div><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}">Di tengah keterbatasan, efisiensi pengeluaran menjadi pilihan utama demi memastikan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.</span></div>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/17/saat-ekonomi-sulit-warga-pekalongan-utamakan-kenyang-daripada-menu-mewah/">Saat Ekonomi Sulit, Warga Pekalongan Utamakan Kenyang daripada Menu Mewah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/06/17/saat-ekonomi-sulit-warga-pekalongan-utamakan-kenyang-daripada-menu-mewah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
