<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabupaten Pekalongan Arsip - Berita Indo</title>
	<atom:link href="https://www.berita-indo.com/tag/kabupaten-pekalongan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berita-indo.com/tag/kabupaten-pekalongan/</link>
	<description>Fakta Terkini,Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Jun 2026 10:41:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/logo-berita-indo-1-90x90.png</url>
	<title>Kabupaten Pekalongan Arsip - Berita Indo</title>
	<link>https://www.berita-indo.com/tag/kabupaten-pekalongan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>DKPP Kabupaten Pekalongan Perkuat Regenerasi Petani Lewat Pelatihan Duta Petani Milenial</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/06/26/dkpp-kabupaten-pekalongan-perkuat-regenerasi-petani-lewat-pelatihan-duta-petani-milenial/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/06/26/dkpp-kabupaten-pekalongan-perkuat-regenerasi-petani-lewat-pelatihan-duta-petani-milenial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 10:40:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=261</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beritaindo, Pekalongan -Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan menggelar pelatihan <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/06/26/dkpp-kabupaten-pekalongan-perkuat-regenerasi-petani-lewat-pelatihan-duta-petani-milenial/" title="DKPP Kabupaten Pekalongan Perkuat Regenerasi Petani Lewat Pelatihan Duta Petani Milenial" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/26/dkpp-kabupaten-pekalongan-perkuat-regenerasi-petani-lewat-pelatihan-duta-petani-milenial/">DKPP Kabupaten Pekalongan Perkuat Regenerasi Petani Lewat Pelatihan Duta Petani Milenial</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beritaindo, Pekalongan</strong> -Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan menggelar pelatihan bagi petani milenial sekaligus musyawarah pemilihan Ketua Duta Petani Milenial (DPM) Kabupaten Pekalongan periode 2026–2028, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya pemerintah daerah dalam memperkuat regenerasi petani sekaligus meningkatkan kapasitas generasi muda di sektor pertanian.</p>
<p>Dalam musyawarah tersebut, Handono Warih terpilih sebagai Ketua Duta Petani Milenial Kabupaten Pekalongan periode 2026–2028, menggantikan Kuswanto yang telah memimpin organisasi pada periode 2024–2026.</p>
<p>Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan Pertanian DKPP Kabupaten Pekalongan, Sutanto, mengatakan pelatihan ini bertujuan menghimpun para petani muda agar mampu berkolaborasi dalam memajukan sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi.</p>
<p>&#8220;Tujuannya, kita menginginkan anak-anak muda bisa berkumpul untuk memajukan pertanian di Kabupaten Pekalongan. Anak-anak muda ini kan dekat dengan teknologi. Teknologi tersebut bisa diterapkan di lapangan sehingga produksi dan produktivitas pertanian di Kabupaten Pekalongan bisa meningkat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia juga mengajak generasi muda agar tidak ragu menekuni sektor pertanian yang dinilai memiliki prospek menjanjikan.</p>
<p>&#8220;Saya mohon kepada anak-anak muda, jangan takut bertani. Karena pertanian saat ini sudah sangat menjanjikan. Contohnya untuk komoditas padi, harganya juga sangat baik. Saya harapkan petani muda bisa bergabung di Duta Petani Milenial Kabupaten Pekalongan,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua DPM Kabupaten Pekalongan periode 2024–2026, Kuswanto, berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin berkembang dengan dukungan pemerintah daerah.</p>
<p>&#8220;Hari ini acaranya pelatihan petani milenial sekaligus musyawarah reshuffle kepengurusan Duta Petani Milenial Kabupaten Pekalongan. Semoga dengan adanya reshuffle ini Duta Petani Milenial Kabupaten Pekalongan bisa semakin berkembang, kegiatannya lebih aktif lagi, dan semoga Pemerintah Daerah terus mendukung kami untuk bergerak,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Menurut Kuswanto, DPM merupakan wadah bagi petani muda untuk saling berbagi pengalaman, menyampaikan berbagai kendala di bidang pertanian, serta memperluas jejaring antarpetani.</p>
<p>&#8220;Siapa pun petani yang usianya di bawah 39 tahun masuk kategori petani milenial. Jangan ragu untuk bergabung di Duta Petani Milenial, karena di sinilah tempat kalian untuk mencurahkan keluh kesah, baik kendala teknis maupun nonteknis di dunia pertanian,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ketua DPM Kabupaten Pekalongan periode 2026–2028, Handono Warih, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen menjadikan DPM sebagai wadah yang mampu menjembatani aspirasi petani kepada pemerintah sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak.</p>
<p>&#8220;Terima kasih atas kepercayaan teman-teman yang telah menyerahkan amanah ini kepada saya. Insyaallah saya akan berusaha semaksimal mungkin sesuai kemampuan saya. Saya ingin Duta Petani Milenial menjadi wadah yang menyampaikan suara dan keluhan petani kepada pemerintah daerah serta bersinergi dengan semua pihak demi memajukan pertanian di Kabupaten Pekalongan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dalam waktu dekat, Handono menargetkan peningkatan edukasi bagi petani muda, pendataan penyakit tanaman, hingga pengelompokan potensi usaha para anggota agar lebih mudah mendapatkan pendampingan dan pengembangan dari instansi terkait.</p>
<p>&#8220;Yang jelas kami akan melibatkan masyarakat, khususnya petani muda, untuk bersinergi bersama kami. Kami juga akan melakukan clustering atau pengelompokan karya dan usaha teman-teman petani muda agar bisa dibantu pengembangannya oleh pihak terkait,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, masyarakat yang ingin bergabung dapat menghubungi Duta Petani Milenial Kabupaten Pekalongan melalui akun Instagram resmi organisasi tersebut. Ke depan, pihaknya juga menargetkan terbentuknya Duta Petani Milenial di setiap kecamatan sebagai penghubung antara petani di tingkat desa dengan pemerintah daerah.</p>
<p>Salah satu anggota Duta Petani Milenial, Puji Surwanoto, menyambut positif kepengurusan baru tersebut. Petani durian asal Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, itu berharap DPM semakin banyak menghadirkan program pelatihan dan membuka akses kerja sama dengan berbagai sektor.</p>
<p>&#8220;Semoga kepemimpinan yang selanjutnya membawa dampak yang lebih baik untuk petani-petani di Kabupaten Pekalongan, khususnya petani muda yang sedang merintis di bidang pertanian,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia juga mengajak petani muda untuk tidak berjalan sendiri dalam mengembangkan usahanya.</p>
<p>&#8220;Jangan takut sendiri dan jangan menjadi katak dalam tempurung. Kita harus terbuka dengan dunia luar, mengenal banyak teman yang juga bertani supaya kita semakin baik dalam bertani. Jadi, jangan ragu untuk bergabung bersama kami,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/26/dkpp-kabupaten-pekalongan-perkuat-regenerasi-petani-lewat-pelatihan-duta-petani-milenial/">DKPP Kabupaten Pekalongan Perkuat Regenerasi Petani Lewat Pelatihan Duta Petani Milenial</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/06/26/dkpp-kabupaten-pekalongan-perkuat-regenerasi-petani-lewat-pelatihan-duta-petani-milenial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Saya Jadi Tersangka?&#8221; Curhat Terdakwa di Tengah Sidang Kasus Gacon</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/06/25/kenapa-saya-jadi-tersangka-curhat-terdakwa-di-tengah-sidang-kasus-gacon/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/06/25/kenapa-saya-jadi-tersangka-curhat-terdakwa-di-tengah-sidang-kasus-gacon/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2026 04:21:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Sidang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=247</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beritaindo,Pekalongan &#8211;Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri Pekalongan yang semula dipenuhi perdebatan hukum <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/06/25/kenapa-saya-jadi-tersangka-curhat-terdakwa-di-tengah-sidang-kasus-gacon/" title="Kenapa Saya Jadi Tersangka?&#8221; Curhat Terdakwa di Tengah Sidang Kasus Gacon" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/25/kenapa-saya-jadi-tersangka-curhat-terdakwa-di-tengah-sidang-kasus-gacon/">Kenapa Saya Jadi Tersangka?&#8221; Curhat Terdakwa di Tengah Sidang Kasus Gacon</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beritaindo,Pekalongan &#8211;</strong>Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri Pekalongan yang semula dipenuhi perdebatan hukum mendadak berubah hening ketika terdakwa Dwi Hendratno alias Duwel angkat bicara. Di tengah pembahasan pasal dan unsur pidana yang berlangsung berjam-jam, ia melontarkan satu pertanyaan yang terdengar sederhana, tetapi sarat kegelisahan.</p>
<p>&#8220;Kenapa saya yang dijadikan tersangka?&#8221;</p>
<p>Pertanyaan itu disampaikan Duwel saat majelis hakim yang dipimpin Ardhianti Prihastuti, didampingi hakim anggota Veni Wahyu Mustika Rini dan Rino Ardian Wigunadi, membuka kesempatan bagi para pihak untuk mengajukan pertanyaan kepada saksi ahli hukum pidana yang dihadirkan jaksa penuntut umum, Dr. Unggul Basoeky,Rabu(24/6/26).</p>
<p>Duduk di kursi terdakwa dalam perkara dugaan perampasan kemerdekaan terhadap Purwanto alias Gacon, Duwel mengaku masih sulit memahami alasan dirinya harus menjalani proses hukum hingga ke persidangan. Dengan nada penuh kebingungan, ia menyampaikan bahwa dirinya tidak merasa melakukan tindakan sebagaimana yang dituduhkan.</p>
<p>Menurut pengakuannya, saat peristiwa terjadi ia hanya berada di lokasi dan berupaya menghalau massa. Ia juga mengaku ikut berada di dalam mobil karena dijemput dari rumah, bukan karena memiliki peran khusus dalam kejadian tersebut.</p>
<p>&#8220;Saya cuma menonton dan menghalau massa. Saya ikut di mobil karena dijemput dari rumah. Tapi kenapa saya yang dijadikan tersangka?&#8221; ujar Duwel di hadapan majelis hakim.</p>
<p>Curahan hati itu muncul setelah sidang berlangsung cukup panjang dengan agenda mendengarkan keterangan ahli yang disampaikan secara daring melalui Zoom. Sebelumnya, persidangan diwarnai diskusi intens antara penasihat hukum terdakwa dan saksi ahli mengenai penafsiran unsur perampasan kemerdekaan dalam ketentuan KUHP yang baru.</p>
<p>Namun, perdebatan hukum yang sarat istilah akademis itu seolah bergeser ketika Duwel mulai berbicara tentang dirinya.</p>
<p>Ia bahkan menyinggung sejumlah rekaman video yang disebut telah beredar luas dan diserahkan kepada penyidik. Menurutnya, rekaman tersebut dapat menunjukkan bahwa dirinya tidak melakukan tindakan kekerasan maupun perbuatan yang menjadi dasar dakwaan.</p>
<p>&#8220;Di video jelas saya tidak ngapa-ngapain di situ, tetapi saya yang dijadikan tersangka,&#8221; katanya.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone wp-image-250 size-full" src="https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG_20260625_105515.jpg" alt="" width="640" height="292" /></p>
<p>Menanggapi pertanyaan tersebut, Dr. Unggul memilih berhati-hati. Sebagai saksi ahli, ia menegaskan tidak memiliki kewenangan untuk menilai benar atau salahnya seorang terdakwa dalam perkara yang sedang diperiksa pengadilan.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa tugas ahli hanya menerangkan aspek normatif hukum pidana, sementara penilaian terhadap fakta, alat bukti, serta keterlibatan seseorang sepenuhnya menjadi kewenangan majelis hakim.</p>
<p>&#8220;Negara ini menyediakan aturan hukum yang tidak bisa disimpangi. Siapa pun yang dijatuhi pidana harus dibuktikan secara sah dan meyakinkan berdasarkan alat bukti yang ada di persidangan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ahli juga mengingatkan bahwa proses pembuktian masih berjalan dan hasil akhirnya akan ditentukan setelah seluruh fakta persidangan terungkap.</p>
<p>Dalam pemaparannya, Dr. Unggul menjelaskan bahwa hakim tidak hanya menilai ada atau tidaknya perbuatan pidana. Putusan juga mempertimbangkan berbagai faktor lain, mulai dari motif, tujuan tindakan, peran masing-masing pihak, hingga sikap terdakwa sebelum dan sesudah peristiwa terjadi.</p>
<p>Bahkan, latar belakang kehidupan, kondisi sosial, serta keadaan ekonomi terdakwa dapat menjadi bagian dari pertimbangan dalam menilai tingkat kesalahan seseorang.</p>
<p>&#8220;Nanti akan dinilai bentuk kesalahan, motif, tujuan, sikap batin, tindakan sebelum dan sesudah peristiwa, termasuk riwayat hidup dan keadaan sosial ekonomi terdakwa,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Bagi sebagian orang, persidangan hari itu mungkin hanya tentang perdebatan pasal dan teori hukum. Namun di balik rangkaian argumentasi yang memenuhi ruang sidang, terselip kegelisahan seorang terdakwa yang masih mencari jawaban atas pertanyaan mendasar tentang posisinya dalam perkara ini.</p>
<p>Jawaban atas pertanyaan tersebut tentu belum diberikan hari itu. Sebab, seperti diingatkan saksi ahli, jawabannya baru akan ditemukan melalui proses pembuktian yang masih berlangsung di hadapan majelis hakim.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/25/kenapa-saya-jadi-tersangka-curhat-terdakwa-di-tengah-sidang-kasus-gacon/">Kenapa Saya Jadi Tersangka?&#8221; Curhat Terdakwa di Tengah Sidang Kasus Gacon</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/06/25/kenapa-saya-jadi-tersangka-curhat-terdakwa-di-tengah-sidang-kasus-gacon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lelah Menunggu Perbaikan, Warga Pekalongan  Cor Jalan Rusak dengan Dana Swadaya</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/06/22/lelah-menunggu-perbaikan-warga-pekalongan-cor-jalan-rusak-dengan-dana-swadaya/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/06/22/lelah-menunggu-perbaikan-warga-pekalongan-cor-jalan-rusak-dengan-dana-swadaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 06:07:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Gorong Royong]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Swadaya masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=220</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beritaindo, Pekalongan &#8211;Suara cangkul beradu dengan batu, derit gerobak pengangkut pasir, serta <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/06/22/lelah-menunggu-perbaikan-warga-pekalongan-cor-jalan-rusak-dengan-dana-swadaya/" title="Lelah Menunggu Perbaikan, Warga Pekalongan  Cor Jalan Rusak dengan Dana Swadaya" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/22/lelah-menunggu-perbaikan-warga-pekalongan-cor-jalan-rusak-dengan-dana-swadaya/">Lelah Menunggu Perbaikan, Warga Pekalongan  Cor Jalan Rusak dengan Dana Swadaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beritaindo, Pekalongan &#8211;</strong>Suara cangkul beradu dengan batu, derit gerobak pengangkut pasir, serta tawa warga yang saling menyemangati terdengar sejak pagi di Dukuh Petungkon, Desa Tembelang Gunung, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Senin (22/6/2026). Di tengah hamparan jalan yang selama bertahun-tahun dipenuhi lubang dan kerusakan, ratusan warga berkumpul dengan satu tujuan: memperbaiki akses yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan mereka.</p>
<p>Tak ada alat berat, tak ada papan proyek. Yang ada hanyalah semangat gotong royong yang diwujudkan melalui aksi bertajuk Gerakan Semen Rakyat.</p>
<p>Ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Tembelang Gunung, Desa Ketingkrang, hingga Kecamatan Paninggaran selama ini menjadi jalur utama mobilitas masyarakat. Namun kondisi jalan yang semakin rusak membuat aktivitas warga kerap terhambat. Saat musim hujan tiba, lubang-lubang jalan berubah menjadi kubangan yang membahayakan pengendara dan meningkatkan risiko kecelakaan.</p>
<p>Merasa tak bisa terus menunggu, masyarakat akhirnya mengambil inisiatif. Dengan dana hasil urunan warga dan dukungan para perantau, mereka bergotong royong melakukan pengecoran di sejumlah titik yang dianggap paling rawan.</p>
<p>Pemandangan kebersamaan tampak di sepanjang lokasi pekerjaan. Para pemuda bergantian mengangkut pasir dan semen, sementara kaum bapak sibuk mencampur material dan meratakan adukan beton. Di sudut lain, para ibu menyiapkan makanan dan minuman untuk para pekerja yang sejak pagi berjibaku di bawah terik matahari.</p>
<figure id="attachment_222" aria-describedby="caption-attachment-222" style="width: 848px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-222 size-full" src="https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/Videoshot_20260622_125712.jpg" alt="" width="848" height="478" srcset="https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/Videoshot_20260622_125712.jpg 848w, https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/Videoshot_20260622_125712-768x433.jpg 768w" sizes="(max-width: 848px) 100vw, 848px" /><figcaption id="caption-attachment-222" class="wp-caption-text">Warga bergotong royong dengan alat manual seadanya</figcaption></figure>
<p>Tokoh masyarakat setempat, Tutur Atmojo, menuturkan bahwa jalan tersebut memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan warga. Selain menjadi akses utama transportasi, jalur itu juga menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.</p>
<p>“Jalan ini menjadi penghubung utama masyarakat. Karena kerusakannya semakin parah dan belum mendapatkan penanganan yang memadai, warga berinisiatif melakukan pengecoran secara swadaya agar akses transportasi lebih aman,” ujarnya.</p>
<p>Kerusakan jalan, lanjutnya, bukan sekadar persoalan kenyamanan. Setiap hari warga harus berhadapan dengan risiko yang nyata, mulai dari kendaraan yang tergelincir hingga terhambatnya akses saat kondisi darurat.</p>
<p>Koordinator kegiatan, Kasturah, mengatakan anak-anak sekolah menjadi salah satu kelompok yang paling merasakan dampak kerusakan jalan tersebut. Tidak sedikit pelajar yang kesulitan melintas, terutama ketika hujan mengguyur wilayah pegunungan itu.</p>
<p>“Anak-anak sekolah sering kesulitan melintas, bahkan ada yang terjatuh. Selain itu, ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan penanganan cepat, kondisi jalan yang rusak dapat memperlambat perjalanan menuju fasilitas kesehatan,” katanya.</p>
<p>Menurut Kasturah, seluruh kegiatan dalam Gerakan Semen Rakyat dilakukan secara mandiri. Material dan kebutuhan pengecoran berasal dari iuran sukarela masyarakat serta dukungan para perantau yang tergabung dalam komunitas Guyub Rukun Selawase Tembelang Gunung.</p>
<p>Meski demikian, warga menyadari upaya yang mereka lakukan belum mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Pengecoran swadaya hanya menjadi solusi sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memperlancar mobilitas masyarakat.</p>
<p>Karena itu, mereka berharap Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat segera merealisasikan perbaikan permanen terhadap ruas jalan tersebut. Harapan serupa juga ditujukan kepada para wakil rakyat dari Daerah Pemilihan V agar lebih serius memperjuangkan pembangunan infrastruktur di wilayah pegunungan yang selama ini dinilai masih tertinggal.</p>
<p>“Apa yang kami lakukan hari ini adalah bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama. Namun kami tetap berharap ada penanganan permanen dari pemerintah agar jalan ini benar-benar layak digunakan,” tutur Kasturah.</p>
<p>Di balik tumpukan semen dan pasir yang perlahan menutup lubang-lubang jalan, tersimpan pesan yang lebih besar dari sekadar pembangunan fisik. Gerakan Semen Rakyat menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat pedesaan.</p>
<p>Ketika bantuan yang dinanti belum kunjung datang, warga memilih tidak berdiam diri. Mereka bergerak, bekerja, dan bergandengan tangan memperbaiki jalan yang setiap hari mereka lalui. Dari setiap adukan semen yang dituangkan, tumbuh harapan agar perjuangan masyarakat Tembelang Gunung mendapat perhatian nyata demi masa depan mobilitas dan perekonomian wilayah yang lebih baik.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/22/lelah-menunggu-perbaikan-warga-pekalongan-cor-jalan-rusak-dengan-dana-swadaya/">Lelah Menunggu Perbaikan, Warga Pekalongan  Cor Jalan Rusak dengan Dana Swadaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/06/22/lelah-menunggu-perbaikan-warga-pekalongan-cor-jalan-rusak-dengan-dana-swadaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
