<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Uncategorized Arsip - Berita Indo</title>
	<atom:link href="https://www.berita-indo.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berita-indo.com/category/uncategorized/</link>
	<description>Fakta Terkini,Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Jun 2026 06:07:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/logo-berita-indo-1-90x90.png</url>
	<title>Uncategorized Arsip - Berita Indo</title>
	<link>https://www.berita-indo.com/category/uncategorized/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lelah Menunggu Perbaikan, Warga Pekalongan  Cor Jalan Rusak dengan Dana Swadaya</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/06/22/lelah-menunggu-perbaikan-warga-pekalongan-cor-jalan-rusak-dengan-dana-swadaya/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/06/22/lelah-menunggu-perbaikan-warga-pekalongan-cor-jalan-rusak-dengan-dana-swadaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[haada]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 06:07:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Gorong Royong]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Swadaya masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=220</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beritaindo, Pekalongan &#8211;Suara cangkul beradu dengan batu, derit gerobak pengangkut pasir, serta <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/06/22/lelah-menunggu-perbaikan-warga-pekalongan-cor-jalan-rusak-dengan-dana-swadaya/" title="Lelah Menunggu Perbaikan, Warga Pekalongan  Cor Jalan Rusak dengan Dana Swadaya" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/22/lelah-menunggu-perbaikan-warga-pekalongan-cor-jalan-rusak-dengan-dana-swadaya/">Lelah Menunggu Perbaikan, Warga Pekalongan  Cor Jalan Rusak dengan Dana Swadaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beritaindo, Pekalongan &#8211;</strong>Suara cangkul beradu dengan batu, derit gerobak pengangkut pasir, serta tawa warga yang saling menyemangati terdengar sejak pagi di Dukuh Petungkon, Desa Tembelang Gunung, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Senin (22/6/2026). Di tengah hamparan jalan yang selama bertahun-tahun dipenuhi lubang dan kerusakan, ratusan warga berkumpul dengan satu tujuan: memperbaiki akses yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan mereka.</p>
<p>Tak ada alat berat, tak ada papan proyek. Yang ada hanyalah semangat gotong royong yang diwujudkan melalui aksi bertajuk Gerakan Semen Rakyat.</p>
<p>Ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Tembelang Gunung, Desa Ketingkrang, hingga Kecamatan Paninggaran selama ini menjadi jalur utama mobilitas masyarakat. Namun kondisi jalan yang semakin rusak membuat aktivitas warga kerap terhambat. Saat musim hujan tiba, lubang-lubang jalan berubah menjadi kubangan yang membahayakan pengendara dan meningkatkan risiko kecelakaan.</p>
<p>Merasa tak bisa terus menunggu, masyarakat akhirnya mengambil inisiatif. Dengan dana hasil urunan warga dan dukungan para perantau, mereka bergotong royong melakukan pengecoran di sejumlah titik yang dianggap paling rawan.</p>
<p>Pemandangan kebersamaan tampak di sepanjang lokasi pekerjaan. Para pemuda bergantian mengangkut pasir dan semen, sementara kaum bapak sibuk mencampur material dan meratakan adukan beton. Di sudut lain, para ibu menyiapkan makanan dan minuman untuk para pekerja yang sejak pagi berjibaku di bawah terik matahari.</p>
<figure id="attachment_222" aria-describedby="caption-attachment-222" style="width: 848px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-222 size-full" src="https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/Videoshot_20260622_125712.jpg" alt="" width="848" height="478" srcset="https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/Videoshot_20260622_125712.jpg 848w, https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/Videoshot_20260622_125712-768x433.jpg 768w" sizes="(max-width: 848px) 100vw, 848px" /><figcaption id="caption-attachment-222" class="wp-caption-text">Warga bergotong royong dengan alat manual seadanya</figcaption></figure>
<p>Tokoh masyarakat setempat, Tutur Atmojo, menuturkan bahwa jalan tersebut memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan warga. Selain menjadi akses utama transportasi, jalur itu juga menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.</p>
<p>“Jalan ini menjadi penghubung utama masyarakat. Karena kerusakannya semakin parah dan belum mendapatkan penanganan yang memadai, warga berinisiatif melakukan pengecoran secara swadaya agar akses transportasi lebih aman,” ujarnya.</p>
<p>Kerusakan jalan, lanjutnya, bukan sekadar persoalan kenyamanan. Setiap hari warga harus berhadapan dengan risiko yang nyata, mulai dari kendaraan yang tergelincir hingga terhambatnya akses saat kondisi darurat.</p>
<p>Koordinator kegiatan, Kasturah, mengatakan anak-anak sekolah menjadi salah satu kelompok yang paling merasakan dampak kerusakan jalan tersebut. Tidak sedikit pelajar yang kesulitan melintas, terutama ketika hujan mengguyur wilayah pegunungan itu.</p>
<p>“Anak-anak sekolah sering kesulitan melintas, bahkan ada yang terjatuh. Selain itu, ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan penanganan cepat, kondisi jalan yang rusak dapat memperlambat perjalanan menuju fasilitas kesehatan,” katanya.</p>
<p>Menurut Kasturah, seluruh kegiatan dalam Gerakan Semen Rakyat dilakukan secara mandiri. Material dan kebutuhan pengecoran berasal dari iuran sukarela masyarakat serta dukungan para perantau yang tergabung dalam komunitas Guyub Rukun Selawase Tembelang Gunung.</p>
<p>Meski demikian, warga menyadari upaya yang mereka lakukan belum mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Pengecoran swadaya hanya menjadi solusi sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memperlancar mobilitas masyarakat.</p>
<p>Karena itu, mereka berharap Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat segera merealisasikan perbaikan permanen terhadap ruas jalan tersebut. Harapan serupa juga ditujukan kepada para wakil rakyat dari Daerah Pemilihan V agar lebih serius memperjuangkan pembangunan infrastruktur di wilayah pegunungan yang selama ini dinilai masih tertinggal.</p>
<p>“Apa yang kami lakukan hari ini adalah bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama. Namun kami tetap berharap ada penanganan permanen dari pemerintah agar jalan ini benar-benar layak digunakan,” tutur Kasturah.</p>
<p>Di balik tumpukan semen dan pasir yang perlahan menutup lubang-lubang jalan, tersimpan pesan yang lebih besar dari sekadar pembangunan fisik. Gerakan Semen Rakyat menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat pedesaan.</p>
<p>Ketika bantuan yang dinanti belum kunjung datang, warga memilih tidak berdiam diri. Mereka bergerak, bekerja, dan bergandengan tangan memperbaiki jalan yang setiap hari mereka lalui. Dari setiap adukan semen yang dituangkan, tumbuh harapan agar perjuangan masyarakat Tembelang Gunung mendapat perhatian nyata demi masa depan mobilitas dan perekonomian wilayah yang lebih baik.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/22/lelah-menunggu-perbaikan-warga-pekalongan-cor-jalan-rusak-dengan-dana-swadaya/">Lelah Menunggu Perbaikan, Warga Pekalongan  Cor Jalan Rusak dengan Dana Swadaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/06/22/lelah-menunggu-perbaikan-warga-pekalongan-cor-jalan-rusak-dengan-dana-swadaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
