<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pendidikan Arsip - Berita Indo</title>
	<atom:link href="https://www.berita-indo.com/category/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berita-indo.com/category/pendidikan/</link>
	<description>Fakta Terkini,Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Jul 2026 09:24:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/logo-berita-indo-1-90x90.png</url>
	<title>Pendidikan Arsip - Berita Indo</title>
	<link>https://www.berita-indo.com/category/pendidikan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sekolah Negeri Kekurangan Murid, Perubahan Demografi dan SPMB Jadi Faktor Utama</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/07/24/sekolah-negeri-kekurangan-murid-perubahan-demografi-dan-spmb-jadi-faktor-utama/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/07/24/sekolah-negeri-kekurangan-murid-perubahan-demografi-dan-spmb-jadi-faktor-utama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2026 09:24:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[DuniaPendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[InfoPendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[PendidikanIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[SekolahSepiPeminat]]></category>
		<category><![CDATA[SPMB2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=436</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita, Indo ,Jakarta – Fenomena sekolah yang kesulitan mendapatkan peserta didik baru <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/07/24/sekolah-negeri-kekurangan-murid-perubahan-demografi-dan-spmb-jadi-faktor-utama/" title="Sekolah Negeri Kekurangan Murid, Perubahan Demografi dan SPMB Jadi Faktor Utama" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/07/24/sekolah-negeri-kekurangan-murid-perubahan-demografi-dan-spmb-jadi-faktor-utama/">Sekolah Negeri Kekurangan Murid, Perubahan Demografi dan SPMB Jadi Faktor Utama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Berita, Indo ,Jakarta</strong> – Fenomena sekolah yang kesulitan mendapatkan peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027 menjadi sorotan di berbagai daerah. Kondisi ini tidak hanya dialami sekolah dasar (SD), tetapi juga sejumlah SMP dan SMA yang mengalami penurunan jumlah pendaftar, Selasa (21/7/2026).</p>
<p>Praktisi dan aktivis pendidikan, Retno Listiarti, mengatakan ada sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.</p>
<p>“Selain perubahan sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), perubahan demografi dan pola permukiman masyarakat juga menjadi penyebab utama berkurangnya jumlah siswa di sekolah-sekolah, terutama yang berada di kawasan perkotaan,” jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, banyak keluarga muda kini memilih tinggal di wilayah pinggiran kota karena tingginya harga hunian.</p>
<p>“Akibatnya, sekolah-sekolah di pusat kota kehilangan calon peserta didik. Di sisi lain, sebagian orang tua juga lebih memilih sekolah swasta atau sekolah berbasis agama yang menawarkan jam belajar lebih panjang dan dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan keluarga,” katanya.</p>
<p>Retno menilai, masyarakat kini tidak lagi hanya mempertimbangkan biaya pendidikan, tetapi juga kualitas layanan, fasilitas, dan program pembelajaran yang ditawarkan sekolah. Karena itu, fenomena sekolah sepi peminat tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan kualitas sekolah negeri.</p>
<p>Sebagai solusi, ia mendukung kebijakan regrouping atau penggabungan sekolah yang kekurangan murid agar penggunaan tenaga pendidik dan anggaran menjadi lebih efisien. Gedung sekolah yang tidak lagi digunakan juga diusulkan untuk dialihfungsikan menjadi SMA atau SMK negeri di daerah yang masih membutuhkan tambahan ruang belajar.</p>
<p>Fenomena ini dinilai menjadi tantangan bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menata kembali pemerataan layanan pendidikan.</p>
<p>Perencanaan berbasis data kependudukan, pemerataan kualitas sekolah, serta penyesuaian jumlah satuan pendidikan dinilai menjadi langkah penting agar layanan pendidikan tetap efektif di tengah perubahan demografi yang terus berlangsung.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/07/24/sekolah-negeri-kekurangan-murid-perubahan-demografi-dan-spmb-jadi-faktor-utama/">Sekolah Negeri Kekurangan Murid, Perubahan Demografi dan SPMB Jadi Faktor Utama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/07/24/sekolah-negeri-kekurangan-murid-perubahan-demografi-dan-spmb-jadi-faktor-utama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UKT Tinggi atau Salah Jurusan? Ini Fakta di Balik 60 Ribu Mahasiswa Tak Registrasi SNPMB 2026</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/07/01/ukt-tinggi-atau-salah-jurusan-ini-fakta-di-balik-60-ribu-mahasiswa-tak-registrasi-snpmb-2026/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/07/01/ukt-tinggi-atau-salah-jurusan-ini-fakta-di-balik-60-ribu-mahasiswa-tak-registrasi-snpmb-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 08:57:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[BeritaPendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[KIPKuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[PendidikanIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PerguruanTinggi]]></category>
		<category><![CDATA[SNPMB2026]]></category>
		<category><![CDATA[UKT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=308</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Indo, Jakarta &#8211; Sebanyak 60.000 calon mahasiswa yang dinyatakan lolos Seleksi <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/07/01/ukt-tinggi-atau-salah-jurusan-ini-fakta-di-balik-60-ribu-mahasiswa-tak-registrasi-snpmb-2026/" title="UKT Tinggi atau Salah Jurusan? Ini Fakta di Balik 60 Ribu Mahasiswa Tak Registrasi SNPMB 2026" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/07/01/ukt-tinggi-atau-salah-jurusan-ini-fakta-di-balik-60-ribu-mahasiswa-tak-registrasi-snpmb-2026/">UKT Tinggi atau Salah Jurusan? Ini Fakta di Balik 60 Ribu Mahasiswa Tak Registrasi SNPMB 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="fc1b4462-c5ac-49c5-9aec-fc23d4b1f917" data-message-model-slug="gpt-5-5">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert wrap-break-word w-full light markdown-new-styling">
<p class="PDq2pG_selectionAnchorContainer" data-start="101" data-end="505"><strong>Berita Indo, Jakarta</strong> &#8211; Sebanyak <strong data-start="135" data-end="161">60.000 calon mahasiswa</strong> yang dinyatakan lolos <strong data-start="184" data-end="243">Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026</strong> dilaporkan tidak melanjutkan proses registrasi atau daftar ulang di perguruan tinggi negeri. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran, terutama terkait banyaknya kursi yang berpotensi tidak terisi pada tahun akademik baru.</p>
<p data-start="507" data-end="732">Isu tingginya <strong data-start="521" data-end="550">Uang Kuliah Tunggal (UKT)</strong> sempat menjadi sorotan publik dan disebut sebagai salah satu alasan calon mahasiswa mengundurkan diri. Namun, panitia SNPMB menegaskan bahwa faktor tersebut bukanlah penyebab utama.</p>
<p data-start="734" data-end="938">Ketua Umum Penanggung Jawab SNPMB 2026, <strong data-start="774" data-end="798">Prof. Edward Wallock</strong>, menjelaskan bahwa alasan yang paling banyak ditemukan adalah <strong data-start="861" data-end="937">ketidaksesuaian program studi yang diterima dengan minat calon mahasiswa</strong>.</p>
<p data-start="940" data-end="1228">Menurutnya, banyak peserta yang dinyatakan lolos melalui jalur <strong data-start="1003" data-end="1046">Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)</strong> justru diterima di pilihan kedua, ketiga, atau keempat. Sementara itu, mereka masih berharap dapat masuk ke program studi pilihan utama, sehingga memilih tidak melakukan registrasi.</p>
<p data-start="1230" data-end="1438">&#8220;Kondisi tersebut akhirnya membuat sebagian kursi di perguruan tinggi negeri tidak terisi karena peserta memutuskan untuk tidak melanjutkan proses daftar ulang,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-start="1440" data-end="1609">Meski demikian, persoalan biaya pendidikan tetap menjadi tantangan bagi sebagian calon mahasiswa, khususnya peserta dari jalur <strong data-start="1567" data-end="1608">Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K)</strong>.</p>
<p data-start="1611" data-end="1919">Panitia menjelaskan, jumlah peserta yang lolos melalui jalur KIP-K ternyata lebih banyak dibandingkan kuota penerima bantuan yang benar-benar memenuhi syarat. Hanya mahasiswa yang masuk kategori ekonomi tertentu, seperti <strong data-start="1832" data-end="1858">desil 1 hingga desil 4</strong>, yang berhak memperoleh pembiayaan melalui program tersebut.</p>
<p data-start="1921" data-end="2155">Sementara peserta yang berada pada kategori di atasnya harus menanggung biaya kuliah secara mandiri. Bagi sebagian keluarga, kondisi ini membuat biaya UKT terasa cukup berat sehingga memengaruhi keputusan untuk melanjutkan pendidikan.</p>
<p data-start="2157" data-end="2391">Meski demikian, pihak perguruan tinggi negeri menyatakan terus berupaya mencari solusi agar calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik tetap dapat mengenyam pendidikan tinggi dan tidak mengundurkan diri hanya karena kendala biaya.</p>
<p data-start="2393" data-end="2742" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Fenomena puluhan ribu peserta yang tidak melakukan registrasi ini menunjukkan bahwa persoalan akses pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan biaya, tetapi juga menyangkut kesesuaian pilihan program studi, mekanisme seleksi, hingga ketersediaan bantuan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"></div>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/07/01/ukt-tinggi-atau-salah-jurusan-ini-fakta-di-balik-60-ribu-mahasiswa-tak-registrasi-snpmb-2026/">UKT Tinggi atau Salah Jurusan? Ini Fakta di Balik 60 Ribu Mahasiswa Tak Registrasi SNPMB 2026</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/07/01/ukt-tinggi-atau-salah-jurusan-ini-fakta-di-balik-60-ribu-mahasiswa-tak-registrasi-snpmb-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
