<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kuliner Arsip - Berita Indo</title>
	<atom:link href="https://www.berita-indo.com/category/kuliner/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berita-indo.com/category/kuliner/</link>
	<description>Fakta Terkini,Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Jun 2026 01:20:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/logo-berita-indo-1-90x90.png</url>
	<title>Kuliner Arsip - Berita Indo</title>
	<link>https://www.berita-indo.com/category/kuliner/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bisnis Coffee Shop 2026 Makin Sulit? Persaingan Ketat dan Daya Beli Jadi Tantangan Utama</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/06/22/bisnis-coffee-shop-2026-makin-sulit-persaingan-ketat-dan-daya-beli-jadi-tantangan-utama/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/06/22/bisnis-coffee-shop-2026-makin-sulit-persaingan-ketat-dan-daya-beli-jadi-tantangan-utama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 01:20:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[BisnisKopi]]></category>
		<category><![CDATA[CoffeeShop2026]]></category>
		<category><![CDATA[EkonomiIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[TrenBisnis]]></category>
		<category><![CDATA[UMKMIndonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=208</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Indo, Jakarta – Bisnis coffee shop yang beberapa tahun terakhir berkembang pesat <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/06/22/bisnis-coffee-shop-2026-makin-sulit-persaingan-ketat-dan-daya-beli-jadi-tantangan-utama/" title="Bisnis Coffee Shop 2026 Makin Sulit? Persaingan Ketat dan Daya Beli Jadi Tantangan Utama" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/22/bisnis-coffee-shop-2026-makin-sulit-persaingan-ketat-dan-daya-beli-jadi-tantangan-utama/">Bisnis Coffee Shop 2026 Makin Sulit? Persaingan Ketat dan Daya Beli Jadi Tantangan Utama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Berita Indo, Jakarta</b> – Bisnis coffee shop yang beberapa tahun terakhir berkembang pesat kini menghadapi tantangan baru. Memasuki tahun 2026, sejumlah kedai kopi kekinian mulai mengalami penurunan jumlah pelanggan. Meski demikian, kondisi ini bukan berarti masyarakat Indonesia berhenti mengonsumsi kopi atau meninggalkan budaya nongkrong.</p>
<p>Konsumsi kopi masih tinggi dan coffee shop tetap menjadi tempat favorit untuk bekerja, bertemu teman, maupun sekadar bersantai. Namun, meningkatnya jumlah pelaku usaha membuat persaingan di industri ini semakin ketat. Di banyak daerah, coffee shop dengan konsep, menu, dan suasana yang hampir serupa bermunculan dalam jarak yang berdekatan.</p>
<p>Perubahan perilaku konsumen juga menjadi faktor penting. Jika sebelumnya desain estetik dan suasana yang menarik cukup untuk mendatangkan pelanggan, kini konsumen lebih selektif. Mereka tidak hanya mempertimbangkan tampilan tempat, tetapi juga kualitas kopi, pelayanan, kenyamanan, lokasi, serta kesesuaian harga dengan pengalaman yang diperoleh.</p>
<p>Akibatnya, banyak coffee shop yang mampu menarik pelanggan saat awal pembukaan, tetapi kesulitan mempertahankan mereka dalam jangka panjang. Pelanggan kini memiliki banyak pilihan dan mudah berpindah ke tempat lain jika tidak menemukan alasan kuat untuk kembali.</p>
<p>Selain persaingan, pelaku usaha juga menghadapi tekanan dari meningkatnya biaya operasional. Berbagai pengeluaran seperti sewa tempat, listrik, internet, gaji karyawan, hingga bahan baku terus mengalami kenaikan. Di sisi lain, menaikkan harga jual bukan perkara mudah karena pelanggan semakin sensitif terhadap harga dan memiliki banyak alternatif.</p>
<p>Kondisi ini membuat keuntungan yang diperoleh banyak coffee shop semakin tipis. Bahkan, sebuah kedai yang terlihat ramai belum tentu menghasilkan laba besar apabila margin keuntungan kecil atau terlalu sering mengandalkan promo dan diskon.</p>
<p>Faktor lain yang turut memengaruhi adalah perubahan daya beli masyarakat. Di tengah meningkatnya biaya hidup, pengeluaran untuk nongkrong menjadi salah satu pos yang mulai dikurangi. Banyak konsumen mengurangi frekuensi kunjungan, membeli lebih sedikit, atau lebih aktif mencari promo.</p>
<p>Meski demikian, peluang bisnis coffee shop masih terbuka. Namun, keberhasilan tidak lagi cukup mengandalkan konsep kekinian. Pelaku usaha perlu memiliki identitas yang jelas, menjaga kualitas produk secara konsisten, menetapkan harga yang sesuai, memahami target pasar, serta mengelola keuangan dengan baik.</p>
<p>Pada akhirnya, bisnis coffee shop yang mampu bertahan bukanlah yang paling ramai saat pembukaan, melainkan yang berhasil menciptakan loyalitas pelanggan dan memberikan alasan kuat bagi mereka untuk terus kembali. Tren memang dapat mendatangkan perhatian, tetapi fondasi bisnis yang kuat menjadi kunci keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/22/bisnis-coffee-shop-2026-makin-sulit-persaingan-ketat-dan-daya-beli-jadi-tantangan-utama/">Bisnis Coffee Shop 2026 Makin Sulit? Persaingan Ketat dan Daya Beli Jadi Tantangan Utama</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/06/22/bisnis-coffee-shop-2026-makin-sulit-persaingan-ketat-dan-daya-beli-jadi-tantangan-utama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saat Ekonomi Sulit, Warga Pekalongan Utamakan Kenyang daripada Menu Mewah</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/06/17/saat-ekonomi-sulit-warga-pekalongan-utamakan-kenyang-daripada-menu-mewah/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/06/17/saat-ekonomi-sulit-warga-pekalongan-utamakan-kenyang-daripada-menu-mewah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 11:15:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Beritaindo]]></category>
		<category><![CDATA[BeritaPekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[DayaBeliMasyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[EkonomiRakyat]]></category>
		<category><![CDATA[HargaPanganNaik]]></category>
		<category><![CDATA[WartegPekalongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=134</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Indo , Pekalongan – Kenaikan harga pangan yang terus terjadi mulai <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/06/17/saat-ekonomi-sulit-warga-pekalongan-utamakan-kenyang-daripada-menu-mewah/" title="Saat Ekonomi Sulit, Warga Pekalongan Utamakan Kenyang daripada Menu Mewah" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/17/saat-ekonomi-sulit-warga-pekalongan-utamakan-kenyang-daripada-menu-mewah/">Saat Ekonomi Sulit, Warga Pekalongan Utamakan Kenyang daripada Menu Mewah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}"><b>Berita Indo , Pekalongan </b>– Kenaikan harga pangan yang terus terjadi mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Di tengah tekanan ekonomi dan pendapatan yang relatif stagnan, sebagian warga kini lebih mengutamakan kebutuhan dasar dengan menerapkan prinsip &#8220;<a href="https://draft.blogger.com/blog/post/edit/3425039665161516058/4675517881251458686#" data-original-attrs="{&quot;data-original-href&quot;:&quot;https://www.google.com/search?ved=1t:260882&amp;q=define+%22yang+penting+kenyang%22&amp;bbid=3425039665161516058&amp;bpid=4675517881251458686&quot;,&quot;data-preview&quot;:&quot;&quot;,&quot;target&quot;:&quot;_blank&quot;}">yang penting kenyang</a>&#8221; saat membeli makanan.</p>
<p>Fenomena tersebut terlihat di sejumlah warung Tegal (warteg) di Kota Pekalongan. Menu sederhana seperti tahu, tempe, dan oseng sayur kini menjadi pilihan utama pelanggan dibandingkan lauk yang harganya lebih tinggi, seperti ayam, ikan, maupun hati sapi.</p>
<p>Salah satu warteg yang beroperasi selama 24 jam di Kota Pekalongan mencatat adanya perubahan kebiasaan konsumen dalam beberapa bulan terakhir. Pelanggan cenderung memilih makanan dengan harga terjangkau untuk menekan pengeluaran harian.</p>
<p>Sejumlah konsumen mengaku harus lebih cermat mengatur keuangan akibat kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok. Selain membatasi anggaran makan, sebagian warga juga mulai mengurangi kebiasaan jajan di luar dan lebih sering memasak sendiri di rumah sebagai langkah penghematan.</p>
<p>Kondisi tersebut turut dirasakan para pelaku usaha kuliner. <a href="https://draft.blogger.com/blog/post/edit/3425039665161516058/4675517881251458686#" data-original-attrs="{&quot;data-original-href&quot;:&quot;https://www.google.com/search?ved=1t:260882&amp;q=Daryono+warteg+Pekalongan&amp;bbid=3425039665161516058&amp;bpid=4675517881251458686&quot;,&quot;data-preview&quot;:&quot;&quot;,&quot;target&quot;:&quot;_blank&quot;}">Daryono</a>, pemilik salah satu warteg di Kota Pekalongan, mengungkapkan bahwa permintaan terhadap lauk dengan harga lebih mahal mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.</p>
<p>&#8220;Sebaliknya, pelanggan kini lebih banyak mencari paket makanan murah yang sesuai dengan kemampuan finansial mereka,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Daryono, tidak sedikit pelanggan yang datang dengan anggaran terbatas. Meski keuntungan yang diperoleh semakin tipis, ia tetap berupaya melayani pembeli karena makanan merupakan kebutuhan pokok masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kadang ada yang minta dibungkuskan makanan dengan anggaran Rp10.000. Sebagai penjual, saya tetap melayani karena semua orang butuh makan,&#8221; katanya.</p>
<p>Pengamat ekonomi menilai bahwa ketika <a href="https://draft.blogger.com/blog/post/edit/3425039665161516058/4675517881251458686#" data-original-attrs="{&quot;data-original-href&quot;:&quot;https://www.google.com/search?ved=1t:260882&amp;q=define+daya+beli+masyarakat&amp;bbid=3425039665161516058&amp;bpid=4675517881251458686&quot;,&quot;data-preview&quot;:&quot;&quot;,&quot;target&quot;:&quot;_blank&quot;}">daya beli masyarakat</a> menurun, pola konsumsi akan bergeser ke produk atau makanan yang lebih murah. Akibatnya, masyarakat lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasar meskipun harus mengurangi kualitas maupun variasi makanan yang dikonsumsi.</p>
<p>Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha warteg untuk tetap menjaga harga jual agar terjangkau di tengah kenaikan biaya bahan baku.</p>
<p>Karena itu, pemerintah diharapkan mampu menjaga <a href="https://draft.blogger.com/blog/post/edit/3425039665161516058/4675517881251458686#" data-original-attrs="{&quot;data-original-href&quot;:&quot;https://www.google.com/search?ved=1t:260882&amp;q=stabilitas+harga+pangan+importance&amp;bbid=3425039665161516058&amp;bpid=4675517881251458686&quot;,&quot;data-preview&quot;:&quot;&quot;,&quot;target&quot;:&quot;_blank&quot;}">stabilitas harga pangan</a> dan memperkuat kondisi ekonomi agar daya beli masyarakat tidak semakin tergerus. Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga keberlangsungan usaha mikro di sektor kuliner.</p>
<p>Fenomena &#8220;yang penting kenyang&#8221; menjadi gambaran nyata bagaimana masyarakat beradaptasi menghadapi situasi ekonomi yang penuh tantangan. </span></p>
<div><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}"> </span></div>
<div><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}">Di tengah keterbatasan, efisiensi pengeluaran menjadi pilihan utama demi memastikan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi.</span></div>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/17/saat-ekonomi-sulit-warga-pekalongan-utamakan-kenyang-daripada-menu-mewah/">Saat Ekonomi Sulit, Warga Pekalongan Utamakan Kenyang daripada Menu Mewah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/06/17/saat-ekonomi-sulit-warga-pekalongan-utamakan-kenyang-daripada-menu-mewah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
