<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>International Arsip - Berita Indo</title>
	<atom:link href="https://www.berita-indo.com/category/international/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.berita-indo.com/category/international/</link>
	<description>Fakta Terkini,Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Jul 2026 09:13:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.berita-indo.com/wp-content/uploads/2026/06/logo-berita-indo-1-90x90.png</url>
	<title>International Arsip - Berita Indo</title>
	<link>https://www.berita-indo.com/category/international/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Di Balik Kemajuan China, Inilah Kisah Nyata Anak Muda yang Berjuang Mencari Masa Depan</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/07/24/di-balik-kemajuan-china-inilah-kisah-nyata-anak-muda-yang-berjuang-mencari-masa-depan/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/07/24/di-balik-kemajuan-china-inilah-kisah-nyata-anak-muda-yang-berjuang-mencari-masa-depan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2026 09:13:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[International]]></category>
		<category><![CDATA[Beritaviral]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis lapangan kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=426</guid>

					<description><![CDATA[<p>BeritaIndo, China &#8211; Selama bertahun-tahun, Tiongkok dikenal sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/07/24/di-balik-kemajuan-china-inilah-kisah-nyata-anak-muda-yang-berjuang-mencari-masa-depan/" title="Di Balik Kemajuan China, Inilah Kisah Nyata Anak Muda yang Berjuang Mencari Masa Depan" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/07/24/di-balik-kemajuan-china-inilah-kisah-nyata-anak-muda-yang-berjuang-mencari-masa-depan/">Di Balik Kemajuan China, Inilah Kisah Nyata Anak Muda yang Berjuang Mencari Masa Depan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BeritaIndo, China</strong> &#8211; Selama bertahun-tahun, Tiongkok dikenal sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Narasi tentang &#8220;Impian Rakyat Cina&#8221; mendorong masyarakat untuk bekerja keras demi meraih kehidupan yang lebih sejahtera. Namun, kondisi itu kini mulai berubah. Perlambatan ekonomi dan meningkatnya persaingan kerja membuat banyak generasi muda mempertanyakan kembali arti kesuksesan.</p>
<p>Dokumenter DW Dokumenter memperlihatkan potret kehidupan anak muda Tiongkok yang menghadapi tantangan zaman dengan cara yang berbeda-beda. Sebagian harus menerima kenyataan kehilangan pekerjaan, sementara lainnya memilih meninggalkan kehidupan kota demi mencari ketenangan di pedesaan.</p>
<p>Salah satunya adalah Wanqing, mantan pegawai perusahaan properti yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Di usia 38 tahun, ia kini bekerja sebagai kurir makanan untuk memenuhi kebutuhan hidup sambil terus berusaha mencari peluang karier baru. Penghasilannya yang terbatas membuatnya masih bergantung pada bantuan orang tua, tetapi ia tidak menyerah dan mulai mempersiapkan diri mengikuti ujian lisensi agen asuransi.</p>
<p>Di sisi lain, ada Fang Jintao, pemuda berusia 23 tahun yang memilih jalur kewirausahaan. Setelah mengalami kegagalan bisnis, ia kembali bangkit dengan berjualan makanan kaki lima bersama keluarganya. Seluruh tabungan keluarga bahkan diinvestasikan untuk membuka sebuah restoran dengan harapan memperoleh penghasilan yang lebih stabil di masa depan.</p>
<p>Tak semua anak muda Tiongkok masih terpikat kehidupan kota. A Diao justru memutuskan kembali ke desa kelahirannya. Melalui media sosial, ia membagikan kehidupan sederhana di pedesaan kepada ratusan ribu pengikutnya. Baginya, alam, kebebasan, dan kehidupan yang lebih tenang jauh lebih berharga dibanding tekanan pekerjaan di kota besar.</p>
<p>Fenomena serupa juga terlihat pada dua perempuan muda yang membuka usaha bakeri dan penginapan di desa terpencil. Mereka meninggalkan pekerjaan di sektor perhotelan karena merasa lelah dengan ritme kerja yang nyaris tanpa batas antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Kini mereka menikmati biaya hidup yang lebih rendah sekaligus mengembangkan potensi wisata desa.</p>
<p>Di tengah perubahan tersebut, muncul pula fenomena &#8220;Tang Ping&#8221; atau &#8220;rebahan&#8221;, yaitu gaya hidup yang menolak persaingan kerja berlebihan. Banyak anak muda lebih memilih keseimbangan hidup, kesehatan mental, serta kebebasan untuk mengejar minat pribadi dibanding mengejar jabatan atau pendapatan tinggi.</p>
<p>Meski demikian, dokumenter ini juga menunjukkan bahwa tidak semua generasi muda mengalami kesulitan. Sejumlah pengusaha muda tetap mampu membangun perusahaan teknologi, termasuk di bidang kecerdasan buatan (AI), dan menikmati kehidupan yang serba berkecukupan. Hal ini memperlihatkan bahwa kesenjangan pengalaman hidup di kalangan generasi muda Tiongkok semakin nyata.</p>
<p>Pada akhirnya, impian generasi muda Tiongkok kini menjadi jauh lebih beragam. Jika dahulu kesuksesan identik dengan kekayaan dan karier, kini banyak yang mendefinisikannya sebagai kebebasan memilih jalan hidup, memiliki waktu untuk diri sendiri, serta menjalani pekerjaan yang memberi makna. Perubahan cara pandang inilah yang menjadi wajah baru generasi muda di negeri Tirai Bambu.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/07/24/di-balik-kemajuan-china-inilah-kisah-nyata-anak-muda-yang-berjuang-mencari-masa-depan/">Di Balik Kemajuan China, Inilah Kisah Nyata Anak Muda yang Berjuang Mencari Masa Depan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/07/24/di-balik-kemajuan-china-inilah-kisah-nyata-anak-muda-yang-berjuang-mencari-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Heat Dome Picu Cuaca Ekstrem di Amerika Serikat, Indeks Panas Capai 46 Derajat Celsius</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/07/02/heat-dome-picu-cuaca-ekstrem-di-amerika-serikat-indeks-panas-capai-46-derajat-celsius/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/07/02/heat-dome-picu-cuaca-ekstrem-di-amerika-serikat-indeks-panas-capai-46-derajat-celsius/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2026 07:43:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[International]]></category>
		<category><![CDATA[AmerikaSerikat]]></category>
		<category><![CDATA[CuacaEkstrem]]></category>
		<category><![CDATA[GelombangPanas]]></category>
		<category><![CDATA[HeatWave]]></category>
		<category><![CDATA[PerubahanIklim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=325</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Indo, Usa – Amerika Serikat kini menghadapi gelombang panas ekstrem yang diperkirakan <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/07/02/heat-dome-picu-cuaca-ekstrem-di-amerika-serikat-indeks-panas-capai-46-derajat-celsius/" title="Heat Dome Picu Cuaca Ekstrem di Amerika Serikat, Indeks Panas Capai 46 Derajat Celsius" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/07/02/heat-dome-picu-cuaca-ekstrem-di-amerika-serikat-indeks-panas-capai-46-derajat-celsius/">Heat Dome Picu Cuaca Ekstrem di Amerika Serikat, Indeks Panas Capai 46 Derajat Celsius</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}"><b>Berita Indo, Usa –</b> Amerika Serikat kini menghadapi gelombang panas ekstrem yang diperkirakan mencapai puncaknya pada pekan ini. Sekitar 120 juta warga berada di bawah peringatan cuaca panas, dengan suhu di sejumlah wilayah diprediksi menembus 40 derajat Celsius bahkan lebih.</p>
<p>Fenomena ini terjadi menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli 2026. </span></p>
<div><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}">Badan Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service/NWS) menyebutkan gelombang panas dipicu oleh fenomena heat dome atau kubah panas, yaitu kondisi ketika tekanan udara tinggi memerangkap udara panas di suatu wilayah sehingga suhu terus meningkat selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.</p>
<p>Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi kawasan Midwest, Lembah Mississippi, Lembah Ohio, hingga Pantai Timur Amerika Serikat. Selain suhu udara yang mencapai kisaran 35 hingga lebih dari 40 derajat Celsius, tingkat kelembapan yang tinggi membuat indeks panas atau suhu yang dirasakan tubuh dapat mencapai 46 derajat Celsius.</p>
<p>Para ahli cuaca memperkirakan sejumlah kota berpotensi mencatat rekor suhu harian, bahkan ada yang diprediksi memecahkan rekor bulanan maupun sepanjang sejarah pengamatan.</p>
<p>Yang menjadi perhatian adalah suhu pada malam hari juga tetap tinggi. Kondisi tersebut membuat tubuh sulit melepaskan panas sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta penderita penyakit kronis.</p>
<p>Menghadapi situasi tersebut, sejumlah pemerintah daerah mulai menerapkan langkah antisipasi. Pemerintah Kota New York membuka ratusan cooling center atau pusat pendingin bagi masyarakat. Sementara itu, Pemerintah Kota Detroit menyediakan sejumlah pusat rekreasi berpendingin udara sebagai tempat berlindung bagi warga dari suhu ekstrem.</p>
<p>Otoritas kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, memperbanyak konsumsi air putih, mengenakan pakaian yang ringan, serta segera mencari tempat berpendingin apabila mulai merasakan gejala akibat paparan panas.</p>
<p></span></div>
<div><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}"><b>Piala Dunia FIFA Ikut Terdampak<br />
</b>Gelombang panas tidak hanya berdampak terhadap aktivitas masyarakat, tetapi juga memengaruhi penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung di Amerika Utara.</p>
<p>Beberapa kota tuan rumah seperti Atlanta, Philadelphia, Houston, New York, hingga Toronto diperkirakan mengalami indeks panas yang sangat tinggi. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan pemain, ofisial, maupun suporter.</p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, sebagian kegiatan pendukung FIFA World Cup Fan Festival di Philadelphia dipindahkan ke area yang dilengkapi pendingin udara untuk mengurangi risiko paparan panas.</p>
<p></span></div>
<div><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}"><b>Beban Listrik Diprediksi Pecahkan Rekor<br />
</b>Cuaca ekstrem juga diperkirakan meningkatkan konsumsi listrik secara signifikan. Penggunaan pendingin ruangan yang melonjak membuat operator jaringan listrik terbesar di Amerika Serikat memperkirakan kebutuhan listrik musim panas mencapai sekitar 166,3 gigawatt, melampaui rekor yang bertahan sejak tahun 2006.</p>
<p>Selain penggunaan AC, meningkatnya operasional pusat data berskala besar yang mendukung layanan kecerdasan buatan (AI), seperti ChatGPT, Gemini, dan layanan komputasi awan, turut memberikan tekanan tambahan terhadap sistem kelistrikan.</p>
<p>Para pakar menilai kombinasi perubahan iklim dengan pesatnya perkembangan teknologi AI menjadi tantangan baru bagi ketahanan infrastruktur energi di Amerika Serikat.</p>
<p></span></div>
<div><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}"><b>Ancaman Serius bagi Kesehatan<br />
</b>Di balik suhu yang terus meningkat, ancaman terbesar justru datang dari dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.</p>
<p>Paparan panas ekstrem dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai gangguan, mulai dari kram otot, pusing, sakit kepala, mual, sesak napas, hingga heat stroke yang dapat berakibat fatal apabila tidak segera ditangani.</p>
<p>Data yang dikutip dalam laporan menyebutkan lebih dari 21 ribu kematian di Amerika Serikat selama periode 1999–2023 berkaitan dengan cuaca panas ekstrem. Tahun 2023 menjadi yang paling mematikan dengan lebih dari 2.300 korban jiwa yang dikaitkan dengan gelombang panas.</p>
<p>Pemerintah dan otoritas kesehatan pun terus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama gelombang panas berlangsung dengan menjaga kecukupan cairan tubuh, menghindari paparan sinar matahari secara langsung, serta memanfaatkan fasilitas pendingin yang telah disediakan di berbagai daerah.</span></div>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/07/02/heat-dome-picu-cuaca-ekstrem-di-amerika-serikat-indeks-panas-capai-46-derajat-celsius/">Heat Dome Picu Cuaca Ekstrem di Amerika Serikat, Indeks Panas Capai 46 Derajat Celsius</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/07/02/heat-dome-picu-cuaca-ekstrem-di-amerika-serikat-indeks-panas-capai-46-derajat-celsius/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Suhu Tembus 41 Derajat, Eropa Kini Dihantam Badai Petir dan Hujan Lebat</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/07/01/setelah-suhu-tembus-41-derajat-eropa-kini-dihantam-badai-petir-dan-hujan-lebat/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/07/01/setelah-suhu-tembus-41-derajat-eropa-kini-dihantam-badai-petir-dan-hujan-lebat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 08:10:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[International]]></category>
		<category><![CDATA[BadaiPetir]]></category>
		<category><![CDATA[BeritaDunia]]></category>
		<category><![CDATA[CuacaEkstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[GelombangPanas]]></category>
		<category><![CDATA[PerubahanIklim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=299</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Indo, Eropa &#8211; Eropa kembali menghadapi cuaca ekstrem setelah sebelumnya dilanda gelombang panas <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/07/01/setelah-suhu-tembus-41-derajat-eropa-kini-dihantam-badai-petir-dan-hujan-lebat/" title="Setelah Suhu Tembus 41 Derajat, Eropa Kini Dihantam Badai Petir dan Hujan Lebat" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/07/01/setelah-suhu-tembus-41-derajat-eropa-kini-dihantam-badai-petir-dan-hujan-lebat/">Setelah Suhu Tembus 41 Derajat, Eropa Kini Dihantam Badai Petir dan Hujan Lebat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Berita Indo, Eropa</b> &#8211; Eropa kembali menghadapi cuaca ekstrem setelah sebelumnya dilanda gelombang panas yang memecahkan rekor suhu di sejumlah negara. Kali ini, badai petir, hujan lebat, dan angin kencang menerjang sejumlah wilayah, memicu banjir, pemadaman listrik, hingga gangguan penerbangan.</p>
<p>Gelombang panas sebelumnya telah mendorong suhu mencapai lebih dari 40 derajat Celcius di beberapa negara. Jerman bahkan mencatat rekor suhu baru sebesar 41,7 derajat Celcius, sementara Republik Ceko mencapai 41,9 derajat Celcius.</p>
<p>Di Prancis, badai petir menyebabkan pohon tumbang, banjir, dan kebakaran akibat sambaran petir. Lebih dari 60.000 rumah mengalami pemadaman listrik, sementara di Belgia seorang pria meninggal setelah tertimpa pohon tumbang., Senin 30/7/2026.</p>
<p>Cuaca buruk juga berdampak pada sektor transportasi. Ratusan penerbangan di Bandara Heathrow dan Gatwick, Inggris, mengalami penundaan hingga belasan jam, bahkan puluhan penerbangan dibatalkan akibat pembatasan lalu lintas udara.</p>
<p>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut lebih dari 1.300 kematian tambahan sejak 21 Juni 2026 berkaitan dengan suhu ekstrem. WHO juga menegaskan Eropa merupakan benua yang mengalami pemanasan paling cepat di dunia, dengan laju dua kali lebih tinggi dibanding rata-rata global.</p>
<p>“Ini adalah peristiwa cuaca yang sangat tidak biasa untuk Jerman. Suhu di atas 41°C tidak umum terjadi dan menunjukkan intensitas gelombang panas yang luar biasa,” kata juru bicara DWD.</p>
<p>Para ahli menjelaskan fenomena ini dipicu masuknya massa udara panas dari Gurun Sahara yang diperkuat sistem tekanan tinggi Afrika (heat dome), sebelum akhirnya memicu badai hebat ketika bertemu massa udara yang lebih dingin.</p>
<p>Otoritas di berbagai negara mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat suhu mencapai puncaknya, tetap terhidrasi, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan.</p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/07/01/setelah-suhu-tembus-41-derajat-eropa-kini-dihantam-badai-petir-dan-hujan-lebat/">Setelah Suhu Tembus 41 Derajat, Eropa Kini Dihantam Badai Petir dan Hujan Lebat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/07/01/setelah-suhu-tembus-41-derajat-eropa-kini-dihantam-badai-petir-dan-hujan-lebat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa dan AS, Suhu Capai 43 Derajat Celsius</title>
		<link>https://www.berita-indo.com/2026/06/26/gelombang-panas-ekstrem-landa-eropa-dan-as-suhu-capai-43-derajat-celsius/</link>
					<comments>https://www.berita-indo.com/2026/06/26/gelombang-panas-ekstrem-landa-eropa-dan-as-suhu-capai-43-derajat-celsius/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2026 19:56:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[International]]></category>
		<category><![CDATA[AmerikaSerikat]]></category>
		<category><![CDATA[CuacaEkstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[GelombangPanas]]></category>
		<category><![CDATA[PerubahanIklim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.berita-indo.com/?p=281</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Indo, Eropa – Gelombang panas ekstrem kembali melanda sejumlah negara di Eropa <a class="read-more" href="https://www.berita-indo.com/2026/06/26/gelombang-panas-ekstrem-landa-eropa-dan-as-suhu-capai-43-derajat-celsius/" title="Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa dan AS, Suhu Capai 43 Derajat Celsius" itemprop="url"></a></p>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/26/gelombang-panas-ekstrem-landa-eropa-dan-as-suhu-capai-43-derajat-celsius/">Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa dan AS, Suhu Capai 43 Derajat Celsius</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}"><b>Berita Indo, Eropa </b>– Gelombang panas ekstrem kembali melanda sejumlah negara di Eropa dan Amerika Serikat pada Juni 2026 ini . </span></p>
<div><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}">Suhu udara yang mencapai kisaran 40 hingga 43 derajat Celsius memicu gangguan di berbagai sektor, mulai dari penutupan objek wisata, peringatan kesehatan, hingga penerapan kebijakan khusus untuk melindungi para pekerja yang beraktivitas di luar ruangan.</p>
<p>Di Paris, Prancis, salah satu ikon wisata dunia, Menara Eiffel, terpaksa menutup operasional lebih awal pada Selasa waktu setempat. Pengelola membatasi jumlah pengunjung demi menjaga keselamatan di tengah suhu udara yang diperkirakan mencapai 38 derajat Celsius.</p>
<p>Keputusan tersebut membuat banyak wisatawan kecewa karena harus membatalkan rencana menikmati panorama Kota Paris dari puncak menara.</p>
<p>Badan Meteorologi Prancis, Météo-France, memperkirakan suhu di sejumlah wilayah dapat menyentuh 40 hingga 43 derajat Celsius, dengan kondisi panas ekstrem diprediksi masih berlangsung hingga akhir pekan, Jumat 26/7/2026. </span></div>
<div><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}"> </span></div>
<div><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}">Situasi ini merupakan bagian dari gelombang panas berkepanjangan yang melanda sebagian besar Eropa Barat.</span></div>
<div><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}"> </span></div>
<div><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}">Seorang ahli iklim dari lembaga meteorologi Inggris, Grahame Madge, mengatakan kepada BBC bahwa variasi cuaca memang terjadi alamiah, namun lantaran dunia satu derajat lebih panas daripada taraf pada masa pra-industri sehingga cuaca ekstrem akan lebih dimungkinkan.</p>
<p>&#8220;Ketika sekarang kita mengalami gelombang panas, amat mungkin suhu lebih panas satu derajat atau lebih. Gelombang panas ini masih tergolong kejadian ekstrem, tapi juga semakin sering,&#8221; jelasnya.</span></div>
<div><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}"><br />
Tak hanya Prancis, Inggris juga menghadapi kondisi serupa. Kawasan bisnis Canary Wharf di London mencatat suhu sekitar 35 derajat Celsius pada siang hari. Banyak warga memilih berteduh, menggunakan payung, dan mengurangi aktivitas luar ruangan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung.</p>
<p>Otoritas cuaca Inggris bahkan mengeluarkan peringatan panas ekstrem. Suhu diperkirakan dapat menembus 39 derajat Celsius, yang berpotensi memecahkan rekor suhu tertinggi bulan Juni yang telah bertahan selama hampir tujuh dekade.</p>
<p>Gelombang panas kali ini juga berdampak pada negara-negara Eropa lainnya. Sejumlah wilayah di Jerman, Polandia, Spanyol, Italia hingga Belanda turut mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem karena suhu diperkirakan mendekati atau melampaui 40 derajat Celsius. Kondisi tersebut menyebabkan gangguan transportasi, pembatasan aktivitas luar ruangan, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan.</p>
<p>Sementara itu, di Amerika Serikat, Pemerintah Kota New York mengambil langkah antisipatif untuk melindungi para pekerja yang rentan terpapar suhu tinggi.</p>
<p>Wali Kota Zohran Mamdani menandatangani perintah eksekutif yang mewajibkan seluruh instansi kota menyusun rencana pencegahan penyakit akibat panas, meningkatkan edukasi keselamatan kerja, serta memperkuat pengawasan terhadap pekerja lapangan.</p>
<p>Kebijakan tersebut mencakup lebih dari 1,4 juta pekerja, termasuk pekerja konstruksi, kurir pengantar barang, pedagang kaki lima, hingga pekerja gudang yang setiap hari beraktivitas di bawah terik matahari.</p>
<p>Pemerintah Kota New York juga mengungkapkan bahwa lebih dari 500 orang meninggal dunia setiap tahun akibat panas ekstrem. Risiko tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring perubahan iklim yang menyebabkan gelombang panas menjadi lebih sering, lebih lama, dan lebih intens.</p>
<p>Para ilmuwan menilai fenomena ini merupakan salah satu dampak nyata perubahan iklim global. </span></div>
<div><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}"> </span></div>
<div><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}">Gelombang panas yang melanda Eropa pada musim panas 2026 bahkan disebut sebagai salah satu yang paling p</span><span style="font-family: verdana;" data-keep-original-tag="false" data-original-attrs="{&quot;style&quot;:&quot;&quot;}">arah dalam beberapa tahun terakhir, memicu gangguan terhadap sektor transportasi, pariwisata, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas ekonomi di berbagai negara.</span></div>
<p>Artikel <a href="https://www.berita-indo.com/2026/06/26/gelombang-panas-ekstrem-landa-eropa-dan-as-suhu-capai-43-derajat-celsius/">Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa dan AS, Suhu Capai 43 Derajat Celsius</a> pertama kali tampil pada <a href="https://www.berita-indo.com">Berita Indo</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.berita-indo.com/2026/06/26/gelombang-panas-ekstrem-landa-eropa-dan-as-suhu-capai-43-derajat-celsius/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
